Cenderung Menguat

Analis: Hati-Hati Indeks Balik Arah

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 10 Oct 2017 08:20 WIB
ihsg
Analis: Hati-Hati Indeks Balik Arah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang hari ini diperkirakan kembali bergerak variatif, bahkan berpotensi balik arah ke zona merah. Meski demikian, indeks masih tetap memiliki kecenderungan untuk menguat.

Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menyatakan, indeks kembali memperlihatkan ketahanannya di zona hijau, meskipun secara tren belum begitu signifikan karena aksi beli masih bersifat terbatas. Kemarin, indeks menguat 9,55 poin ke posisi 5.914. Padahal pada pembukaan perdagangan indeks masih bertengger di level 5.906.

"Kekhawatiran akan kembali terjadinya pembalikan arah melemah membuat pelaku pasar cenderung menahan diri. Pergerakan variatif kembali mencoba menguat diperkirakan kembali terjadi," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Sementara itu, Kepala Analis Indosurya Mandiri Sekuritas William Suryawijaya menambahkan, indeks masih akan menunjukkan pola penguatan lanjutan yang kuat. Hal itu akan ditopang oleh rilis data ekonomi yang cukup positif, seperti penjualan ritel dan arus modal masuk.

"Penjualan ritel yang terlansir naik dan arus modal masuk yang signifikan masih akan menjadi harapan untuk dapat kembali mendorong kenaikan IHSG," ungkap William.

Meski diperkirakan meningkat, William mengaku, indeks harus menahan posisi support di posisi 5.838. Dengan begitu, indeks bisa naik ke posisi resisten 5.950. "Hari ini IHSG berpotensi melaju di zona hijau," kata William.

Mengamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Kemudian cermati pula saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).‎


(ABD)