Garap Film, MD Pictures Alokasikan Dana hingga Rp120 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 13 Jul 2018 19:28 WIB
MD Pictures
Garap Film, MD Pictures Alokasikan Dana hingga Rp120 Miliar
MD Pictures berencana untuk IPO. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)

Jakarta: PT MD Pictures menargetkan bisa membuat 15 film di sepanjang tahun ini. Demi membuat film yang sebaik mungkin, perusahaan berencana menganggarkan dana investasi di kisaran Rp100 miliar sampai Rp120 miliar.

Demikian disampaikan ‎Pendiri sekaligus Direktur Utama MD Pictures Manoj Punjabi‎, ditemui usai acara 'Public Expose IPO MD Pictures' di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018.‎

"Tahun ini MD Pictures target 15 film.‎ Yang sudah rilis delapan di produksi 10 lagi sudah di produksi 15 sudah jalan. Karena tidak hanya tahun ini, tapi saya mikir tiga tahun mendatang. Tapi 15 film sudah jalan itu sudah ada planning sampai satu tahun ke depan," kata Manoj.

Dana investasi yang dibutuhkan, bilang Manoj, banyak datang dari hasil IPO. Sisanya bisa datang dari kas internal perusahaan.

"Itu masuk dana IPO, sebagian dari sana. ‎Tapi balik lagi, kalau memproduksi hanya film, saya tidak perlu IPO, saya punya dana itu saya mau lebih besar lagi. Pikirannya bukan sekadar produksi tapi studio apa yang mau dibuat," jelas dia.

Manoj mengaku jika perusahaan juga berencana membuat film yang kualitasnya lebih berani dan besar, dari posisi yang ada saat ini. "Makanya, perusahaan akan mau go internasional, punya studio, pemain, artis dan segalanya," ucap dia.

‎Dana hasil IPO, lanjut dia, perusahaan berencana menganggarkan sebesar Rp20 miliar untuk studio, sebesar Rp60 miliar untuk modal kerja, dan sebesar Rp67 miliar untuk mengarah ke Hollywood.

"Studi‎‎o hanya ekspansi membantu film jadi efisien, mungkin profit tidak jadi besar, tapi film lebih efisien kualitasnya naik. ‎Studio saya punya 25 ribu meter per segi di ceger," tutur dia.

MD Pictures bakal melepas saham sebanyak-banyaknya 1.980.953.000 di harga Rp210 per saham. Dengan begitu, perusahaan bisa meraih dana Rp416 miliar. Melalui IPO maka fokus perusahaan di masa mendatang akan berbeda. Perusahaan bakal lebih ekspansif lagi dengan membuat film-film yang kualitasnya bisa dibawa ke level internasional.

Seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi, lanjut dia, perusahaan akan digunakan untuk modal kerja, seperti membiayai penambahan produksi film, kontrak eksklusif (lock up) dengan artis dan sutradara, pengembangan HAKI dan pengembangan film animasi.
(AHL)