Dirut Baru Garuda akan Berusaha Tekan Kerugian di Bawah USD100 Juta

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 12 Sep 2018 19:38 WIB
garuda indonesia
Dirut Baru Garuda akan Berusaha Tekan Kerugian di Bawah USD100 Juta
Direksi Garuda Indonesia. Medcom/Ayu.

Tangerang: Jajaran direksi baru PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) telah menyiapkan beberapa strategi perusahaan untuk menyikap kondisi sulit seperti saat ini. Hal itu sebagai upaya memulihkan kinerja perusahaan itu kembali.

Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra mengatakan nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan dan mahalnya harga bahan bakar terus menjadi beban perusahaan.

"Kondisi memang susah. Kondisi rupiah yang terdepresiasi dan harga bahan bakar yang tidak stabil dan cenderung meningkat," kata Ari Ashkara sapaan akrabnya, di kantor Garuda Indonesia di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Rabu, 12 September 2018.

Oleh karena itu, ia menuturkan ada beberapa strategi yang akan dilakukan perusahaan di bawah pimpinannya untuk menyikapi kondisi tersebut. Pertama, perusahaan akan mengurangi kerugian hingga akhir tahun ini.

"Kami akan mengurangi loss tahun ini. Targetmya memang tidak besar atau spesifik tapi tidak kita menargetkan dibawah dari USD100 juta minimum,"  jelas dia.

Kedua, kata Ari Ashkara, perusahaan akan melibatkan semua pegawai, serikat pekerja, pemangku kepentingan, serta regulator untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Ia juga akan berdiskusi dengan menejemen lama untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi

Selain itu, lanjut mantan direktur Pelindo III tersebut, direksi baru akan melakukan perubahan dan pembenahan dalam tubuh Garuda Indonesia. Ia menjanjikan akan mentransformasi human capital. Menurutnya transformasi human capital menjadi dasar dalam bisnis jasa tersebut.

"Fokus kami akan kepada transformasi human capital, karena yang penting service jasa adalah bagaimana kita membuat pegawai happy sehingga membuat pelayanan ke customer membaik," jelas dia.

Lalu, direksi baru juga akan mengkaji ulang apa yang sudah dilakukan menejemen sebelumnya dengan melakukan upaya improvisasi dan meneruskan hal baik yang telah dilakukan. Kemudian yang terpenting, Ari Askara menambahkan, direksi baru akan melakukan desain ulang struktur keuangan (cost structure).

"Redefining cost structure. Semua kita lihat satu per satu. Karena Garuda cukup tersegmentasi tapi produk kita satu. Ini harus dirubah diperbaiki. Sehingga cost structure bisa menekan hal-hal yang seperti kerugian dan minyak yang naik," tutup dia.

Adapun direksi Garuda Indonesia yang baru adalah sebagai berikut:
Direksi Utama: I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra.
Direktur Niaga: Pikri Ilham Kurniansyah.
Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha: Mohammad Iqbal.
Dirketur Operasi: Bambang Adisurya Angkasa.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fuad Rizal.
Dirketur Human Capital: Heri Akhyar.
Direkur Teknik: I Wayan Susena.
Direktur Layanan: Nicodemus Panarung Lampe.


(SAW)