Memanasnya Tensi Politik AS-Korut Diperkirakan Tekan Rupiah

Angga Bratadharma    •    Jumat, 11 Aug 2017 08:14 WIB
kurs rupiah
Memanasnya Tensi Politik AS-Korut Diperkirakan Tekan Rupiah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rilis dari neraca transkasi berjalan ditunggu dan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) masih menarik sekarang ini. Pergerakan nilai tukar rupiah terbilang stabil diperdagangan Kamis kemarin dan diharapkan sepanjang hari ini nilai tukar rupiah bisa mengalami penguatan untuk memperkuat fundamental perekonomian.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, walaupun dolar Amerika Serikat (USD) mengalami penguatan di Asia, tetapi sentimen positif di pasar SUN seiring dengan harapan pelonggaran moneter telah menjaga pasokan USD domestik tetap solid dan mencegah pelemahan rupiah.

"Tetapi dengan semakin panasnya tensi politik antara AS dan Korea Utara, aksi pengalihan dana ke safe haven bisa ikut menekan rupiah di perdagangan Jumat ini," ungkap Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Dari domestik, rilis neraca transaksi berjalan kuartal II-2017 ditunggu dan diperkirakan melebar. Adapun hal ini bisa mengurangi sentimen positif dari domestik. Fokus juga tertuju pada rilis APBN 2018 dan spekulasi adanya perombakan kabinet yang kemungkinan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, tensi geopolitik meningkat dan harga emas naik tajam. Tensi geopolitik meningkat sehingga mendorong kenaikan aset safe haven seperti emas, UST dan yen, kecuali USD. Dengan Trump yang semakin fokus terhadap masalah geopolitik, perhatian terhadap rencana stimulus fiskal diperkirakan berkurang.

"Sehingga kondisi ini menekan ekspektasi pengetatan lanjutan oleh the Fed ke depan dan direspons dengan pelemahan USD dan penurunan imabl hasil. Penurunan USD dan imbal hasil bisa tertahan jika inflasi AS Juli 2017 yang dirilis nanti malam naik," pungkas Rangga.


(ABD)