Pelemahan USD Diperkirakan Dorong Rupiah Menguat

Angga Bratadharma    •    Kamis, 10 Aug 2017 08:10 WIB
kurs rupiah
Pelemahan USD Diperkirakan Dorong Rupiah Menguat
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penjualan ritel belum pulih dan harapan pelonggaran kebijakan moneter mengalami peningkatan. Pergerakan nilai tukar rupiah mengalami pelemahan tipis pada perdagangan Rabu kemarin dengan dolar Amerika Serikat (USD) yang menguat di pasar Asia.

"Akan tetapi, USD yang kembali melemah bisa mengembalikan penguatan rupiah. Sentimen positif dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta Surat Utang Negara (SUN) juga bisa meminta apresiasi rupiah lanjutan," ungkap Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

Harapan pelonggaran moneter yang meningkat semakin tercermin di pasar SUN dengan imbal hasil yang semakin turun dan tingkat inflasi Agustus 2017 yang diperkirakan rendah serta pertumbuhan penjualan ritel Juli 2017 yang melambat jadi faktor pendukung tambahan diperlukannya stimulus moneter, walaupun tidak selalu berarti pemangkasan BI RR rate.

Di sisi lain, penguatan USD belum solid dan tingkat inflasi Amerika Serikat (AS) jadi fokus. Dolar index kembali melemah setelah sempat menguat pada perdagangan semalam. Di saat yang sama, terlihat yen yang menguat cukup tajam dengan meningkatnya permintaan aset safe-haven akibat tensi yang meningkat antara Korea Utara dan AS.

Selain itu, Presiden AS Donald Trump yang semakin fokus ke urusan geopolitik, membuat pesimime terhadap stimulus fiskal meningkat dan ini juga menekan gerak USD karena mengecilkan peluang kenaikan Fed Fund Rate (FFR) target lanjutan.

"Fokus juga tertuju pada angka inflasi AS besok malam yang diperkirakan meningkat," pungkas Rangga.


(ABD)