Rupiah Masih Berpotensi Terpuruk di Akhir Pekan

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 19 May 2017 10:10 WIB
kurs rupiah
Rupiah Masih Berpotensi Terpuruk di Akhir Pekan
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelemahan yang terjadi pada rupiah terhadap dolar AS (USD) beberapa hari ini diprediksi akan terus berlanjut di akhir pekan. Pelaku pasar pun diimbau terus berhati-hati dalam menyikapi peluang pelemahan lanjutan yang akan membayangi mata uang Garuda.

‎"Pelemahan yang cukup signifikan pada rupiah kembali mendapat perhatian, seiring dengan aksi jual massif pelaku pasar seiring dengan meningkatnya permintaan atas mata uang safe haven. Hal itu membuka peluang pelemahan lebih lanjut‎," kata Analis Senior dari Binaartha Sekuritas Reza Priyambada‎ dalam riset hariannya, Jumat 19 Mei 2017.

Masih adanya potensi pelemahan lanjutan ini, diprediksi Reza bila nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.455 per USD, sedangkan resisten berada di posisi Rp13.410 per USD.

"Pelaku pasar harus berhati-hati, jika rupiah tidak berada di zona hijau, dan potensinya mengarah ke pelemahan lanjutan," imbau Reza.

Reza menyatakan, gerak rupiah tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Di mana masih adanya imbas peningkatan minat pelaku pasar terhadap sejumlah mata uang safe heaven membuat sejumlah mata uang Asia yang non-kategori kembali mengalami pelemahan. Bahkan rupiah pun kembali melanjutkan pelemahan hingga cukup dalam.

Meski demikian, kata Reza, mata uang negeri Paman Sam pada dasarnya kembali mengalami pelemahan dengan masih adanya kekhawatiran konflik internal pemerintahan Donald Trump dan kelangsungan program-program pembangunan ambisiusnya.

"Akan tetapi, karena minat pelaku pasar lebih tinggi pada mata uang safe haven, antara lain mata uang yen Jepang dan CHF, maka Rupiah dan sejumlah mata uang lainnya cenderung melemah dalam," jelas Reza.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA