Rupiah Ambil Kesempatan dari Pelemahan USD

Angga Bratadharma    •    Kamis, 10 Jan 2019 08:13 WIB
kurs rupiah
Rupiah Ambil Kesempatan dari Pelemahan USD
Ilustrasi (MI/ANGGA YUNIAR)

Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan melemah terhadap mata uang utama dunia lainnya ke level 95,0-95,20. Pelemahan USD tersebut didorong oleh harapan investor bahwa perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok akan menyelesaikan perang dagang yang selama ini berlangsung.

"Rupiah diperkikrakan akan terdampak sentimen positif akibat pelemahan USD tersebut dan menguat hari ini," papar Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019.

Selain itu, tambah Ahmad Mikail, positifnya kinerja bursa saham AS diperkirakan mendorong aliran modal masuk ke pasar saham dan obligasi Indonesia. Tercatat S&P 500 naik 0,41 persen. Sedangkan gerak nilai tukar rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.000 sampai dengan Rp14.100 per USD.

Sementara itu, indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,72 persen menjadi 95,2150 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1544 dari USD1,1442 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2794 dari USD1,2719 pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia naik ke USD0,7180 dibandingkan dengan USD0,7139. Dolar AS dibeli 108,26 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 108,63 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9750 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9812 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3221 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3282 dolar Kanada.

Selain itu, para investor menaruh harapan pada hasil perundingan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang baru saja berakhir. Tidak hanya itu, investor juga tengah memerhatikan langkah selanjutnya dari kebijakan bank sentral Amerika Serikat, the Fed.

"Komite dapat bersabar tentang kebijakan lebih lanjut," kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam risalah pertemuan 18-19 Desember 2018.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 91,67 poin atau 0,39 persen, menjadi berakhir di 23.879,12 poin. Indeks S&P 500 bertambah 10,55 poin atau 0,41 persen, menjadi ditutup di 2.584,96 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 60,08 poin atau 0,87 persen, menjadi berakhir di 6.957,08 poin.


(ABD)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

7 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA