Rupiah Diyakini Salip Gerak Dolar AS

Angga Bratadharma    •    Kamis, 07 Feb 2019 09:31 WIB
kurs rupiah
Rupiah Diyakini Salip Gerak Dolar AS
Ilustrasi (MI/Atet Dwi Permata)

Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan melemah ke level 96,0-96,40 terhadap mata uang kuat utama dunia lainnya. Pelemahan USD tersebut didorong oleh katalis positif dari perundingan perdagangan AS-Tiongkok. 

Hal tersebut diperlihatkan dari pernyataan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang akan bertolak ke Tiongkok untuk bernegosiasi membahas kesepakatan perjanjian perdagangan antara AS dan Tiongkok, sebelum gencatan senjata dalam masalah perang dagang antara AS-Tiongkok berakhir di Maret. 

Dari dalam negeri, Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengatakan, gerak rupiah diperkirakan melanjutkan penguatan hari ini didorong sentimen positif data pertumbuhan ekonomi triwulan keempat 2018 yang tumbuh sebesar 5,18 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan keempat 2017 sebesar 5,17 persen (yoy). 

Secara keseluruhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,17 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan dengan di 2017 sebesar 5,07 persen (yoy). Faktor positif dari dalam dan luar negeri tersebut akan mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap USD.  

"Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp13.900 sampai dengan Rp13.950 per USD," ungkap Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 7 Februari 2019.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 21,22 poin atau 0,08 persen, menjadi berakhir di 25.390,30 poin. Indeks S&P 500 turun 6,09 poin atau 0,22 persen menjadi ditutup di 2.731,61 poin dan indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 26,80 poin atau 0,36 persen, menjadi 7.375,28 poin.

Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor jasa-jasa komunikasi dan energi masing-masing turun 1,49 persen dan 0,77 persen, memimpin kemerosotan. Saham raksasa teknologi AS utama, termasuk Amazon, Netflix dan induk perusahaan Google, Alphabet, semua jatuh sedikitnya satu persen, sehingga membebani pasar.

Wall Street terus mengawasi dengan cermat pidato kenegaraan Trump di Capitol Hill pada Selasa malam. Trump menyentuh berbagai topik dan prioritas pemerintahannya di tahun mendatang, termasuk imigrasi, perdagangan dan ekonomi, infrastruktur, perawatan kesehatan, dan keamanan nasional.


(ABD)