Rupiah Pagi Dibuka Melemah di Rp13.058/USD

Angga Bratadharma    •    Senin, 17 Oct 2016 08:55 WIB
kurs rupiah
Rupiah Pagi Dibuka Melemah di Rp13.058/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan pagi terpantau semakin melemah dibandingkan dengan penutupan perdagangan di akhir pekan lalu di Rp13.033 per USD. Nilai tukar rupiah belum mendapat sentimen positif yang membuat nilai tukar rupiah mampu menguat atas keperkasaan USD.

Mengutip Bloomberg, Senin 17 Oktober, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi berada di posisi Rp13.058 per USD melemah sebanyak 25 poin atau setara 0,19 persen. Day range berada di Rp13.050 per USD sampai Rp13.071 per USD dengan year to date return di minus 5,48 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.040 per USD.

Baca: Inflasi Stabil, Rupiah Diperkirakan Bergerak Menguat

Sementara itu, K‎epala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada memperkirakan, nilai tukar rupiah terhadap USD akan bergerak di area support Rp13.057 per USD, dan resisten di level Rp12.996 per USD. Dalam hal ini, nilai tukar rupiah memiliki potensi untuk terus bergerak menguat di masa-masa mendatang.


Sumber: Bloomberg


Reza menambahkan, ‎setelah sempat terdepresiasi cukup dalam pada perdagangan sebelumnya, gerak nilai tukar rupiah mampu berbalik menguat di akhir pekan. Penguatan nilai tukar rupiah terjadi di tengah pelemahan mata uang Asia Tenggara lainnya terhadap mata uang negeri Paman Sam.

"Pergerakan rupiah yang anomali tersebut disebabkan oleh adanya pandangan para pelaku pasar yang menilai inflasi Indonesia di Oktober diperkirakan stabil dan diikuti oleh perbaikan data-data lainnya serta ekspektasi akan progres pembangunan infrastruktur di Indonesia," ungkap Reza.

Adapun ‎membaiknya data consumer prices inflation Tiongkok memberikan kesempatan bagi mata uang yuan untuk menguat dan mengimbangi USD, sehingga membuat USD tak berdaya terhadap mayoritas mata uang dunia lainnya. Di mana hanya GBP dan JPY yang mengalami pelemahan.

Baca: Rupiah Belum akan Terjamah Sentimen Positif

Dari sisi lain, imbas pelemahan data ekspor dan impor Tiongkok sebelumnya pada proyeksi kenaikan suku bunga the Fed yang kemungkinan akan tertunda karena dikhawatirkan data tersebut akan berimbas negatif pada perekonomian AS yang nantinya perjalanan USD akan terhambat.

 


(ABD)