FFR Naik, Ruang Penguatan Rupiah Terbuka

Angga Bratadharma    •    Jumat, 17 Mar 2017 08:32 WIB
kurs rupiah
FFR Naik, Ruang Penguatan Rupiah Terbuka
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dolar index melanjutkan pelemahannya terutama terhadap kurs utama lainnya dengan sebelumnya Federal Reserve atau the Fed terkesan lebih dovish dibandingkan dengan European Central Bank (ECB) dan kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang tak banyak perubahan.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, dolar index melanjutkan koreksi dan PBoC naikkan suku bunga. PBoC yang ikut menaikkan suku bunga menunjukkan Pemerintah Tiongkok mengutamakan stabilitas dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi.

"Sembari menunggu FOMC meeting berikutnya di Mei 2017 maka fokus akan kembali beralih ke kebijakan ekonomi Pemerintahan Trump," kata Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat 17 Maret 2017.

Sementara itu, ruang penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terbuka dan BI RR rate tetap. Nilai tukar rupiah masih kuat hingga perdagangan Kamis walaupun tertinggal jauh oleh apresiasi kurs lain di Asia.

Dengan aliran dana asing yang masih kuat ke pasar Surat Utang Negara (SUN) maka penguatan nilai tukar rupiah yang terbatas mungkin berkaitan dengan Bank Indonesia (BI) yang masih waspada terhadap gejolak eksternal sehingga menjaga kurs untuk tidak terlalu kuat.

"Di dalam pernyataan resminya yang mempertahankan BI RR rate di 4,75 persen kemarin, BI masih berharap ada dua kali kenaikan Fed Fund Rate (FFR) target lagi di 2017," pungkas Rangga.


(ABD)