Dibayangi Aksi Ambil Untung

Indeks Diproyeksikan Terus Lanjutkan Penguatan

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 13 Nov 2017 09:03 WIB
ihsg
Indeks Diproyeksikan Terus Lanjutkan Penguatan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta: Pergerakan Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali menguat di sepanjang hari ini. Sehingga minggu ini diperkirakan kembali melanjutkan tren positif menuju resisten terdekat di level 6.100.

"Secara teknikal, indeks akan dihantui aksi ambil untung. Kondisi indeks yang menguat akan menahan indeks tidak akan turun ke bawah level 6.000. Akhirnya indeks akan terus semakin kencang naik," kata Analis Senior KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko,‎ seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin‎ 13 November 2017.

Sementara itu, Kepala Analis Indosurya Sekuritas William Suryawijaya‎ menyatakan, indeks pada pertengahan November ini masih akan menunjukkan kekuatan untuk bertahan dalam rentang konsolidasi wajar. "Dan sedang bersiap untuk kembali melanjutkan proses kenaikan selanjutnya," ucap William.

Proses kenaikan IHSG, kata William, akan ditopang oleh fundamental ekonomi dalam negeri yang menunjukkan tren perbaikan dan berada pada kategori stabil, tercermin dari sejumlah data-data ekonomi yang telah diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) maupun Bank Indonesia (BI).

Ketika ada koreksi wajar, lanjut William, ‎bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengakumulasi sejumlah emiten pilihan. "Momentum koreksi wajar tetap dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi dalam rentang jangka panjang," ujar William.

Mengamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Kemudian, cermati juga saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).


(ABD)