Moratelindo Berencana IPO di 2019

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 07 Dec 2017 15:31 WIB
ipo
Moratelindo Berencana IPO di 2019
Illustrasi. MI/Ramdani.

Jakarta: Kebutuhan dana untuk mengembangkan infrastruktur digital tergolong besar. Hal itu telihat dari kebutuhan belanja modal PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) yang diperkirakan mencapai Rp2 triliun.

Direktur Utama Moratelindo Galumbang Menak mengatakan perusahaan ‎bakal mencari dana kembali lewat pasar modal Indonesia. Kali ini, perusahaan berencana melakuka penawaran umum perdana saham (IPO) di 2019.

Perusahaan di tahun ini telah menerbitkan obligasi Rp1 triliun. ‎Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini setelah dikurangi biaya emisi, sebesar 90 persen digunakan untuk kebutuhan investasi tahun depan. Adapun sisanya 10 persen akan dialokasikan sebagai modal kerja.

‎"2019, banyak yang takut IPO karena tahun politik. Tapi, kami akan lakukan karena industri ini tidak dipengaruhi dengan politik," ungkap Galumbang, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis, 7 Desember 2017.

Dia mengaku kebutuhan pengembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia masih terbuka luas seperti penetrasi infrastruktur telekomunikasi data ke rumah tangga Indonesia masih di bawah angka lima persen.

"Thailand saja sudah 35 persen, apalagi nanti layanan data lebih hebat maka menggunakan telepon pintar sudah tidak memungkinkan," ungkap dia.

Dia berharap ‎dana belanja modal Rp2 triliun bisa memenuhi kebutuhan pembukaan jaringan baru.

"Tahun ini kami masih fokus di Jawa dan Sumatera, namun dalam dua tahun ke depan kami akan menjajal ke Sulawesi," pungkas Galumbang.


(SAW)