Aksi Ambil Untung Membayangi Gerak IHSG

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 15 Feb 2018 08:55 WIB
ihsg
Aksi Ambil Untung Membayangi Gerak IHSG
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini bakal dibayangi aksi ambil untung yang memanfaatkan tren penguatan sepanjang pekan hingga menembus level 6.594. Meski demikian, sejumlah sentimen positif diharapkan bisa terus berdatangan dan nantinya memperkuat gerak IHSG.

Analis Senior Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pola kenaikan IHSG akan kembali diuji aksi jual mendadak sebelum memperkuat posisi untuk melanjutkan proses kenaikan jangka menengah dan panjang.

"Tetap waspadai adanya aksi ambil untung yang dapat membuat kenaikan IHSG tertahan. Diharapkan aksi beli masih bisa berlanjut, sehingga proses kenaikan dapat bertahan," ucap Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.

Sementara itu, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya berpendapat indeks akan terpengaruh sentimen suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Reverse Repo Rate) yang diperkirakan bertahan di angka 4,25 persen.

"Hari ini pola pergerakan IHSG akan dipengaruhi penantian pelaku pasar terhadap rilis data BI 7-Day Repo Rate yang disinyalir belum akan ada perubahan," ucap William.

Indeks, masih kata William, masih bergerak dalam rentang konsolidasi wajar yang ditopang oleh fundamental perekonomian yang kuat dan proyeksi stabilnya neraca perdagangan Indonesia yang akan dilansir Badan pusat Statistik (BPS).

"IHSG memiliki support terdekat yang berupaya dipertahankan pada level 6.492, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.671," papar William.

‎M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

‎Kemudian cermati pula gerak saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan ‎PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).


(ABD)


Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

7 hours Ago

Perlambatan ekonomi Turki sebagai akibat terjerembapnya lira, mata uang mereka, hingga lebih da…

BERITA LAINNYA