Perluas Lahan, Indonesia Kendaraan Terminal Anggarkan Dana Rp500 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 09 Jul 2018 19:54 WIB
pelindo
Perluas Lahan, Indonesia Kendaraan Terminal Anggarkan Dana Rp500 Miliar
Illustrasi. ANT/Wahyu Putro.

Jakarta: PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) berencana memperluas lahan hingga menjadi 89,5 hektare (ha), dari posisi yang ada saat ini hanya mencapai 31 ha. Demi menyukseskan keinginan tersebut, perseroan berencana menganggarkan dana hingga mencapai Rp500 miliar.

Direktur Utama IPCC Chiefy Adi Kusmargono‎ mengakui anak usaha Pelindo II ini paling banyak menyewa tanah dari induk usaha, ketimbang membeli lahan yang baru. Dengan menambah lahan kapasitas kendaraan akan meningkat pula.

"Kita sekarang 31 ha dengan kapasitas 700 ribu unit kendaraan. Jika menjadi 89,5 ha, maka kapasitasnya akan mencapai 2,1 juta unit kendaraan," ungkap Chiefy Adi, ditemui di Gedung BEI, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.

Selama ini, kata dia, perusahaan menyewa tanah ke Pelindo sebesar Rp100 miliar per tahun. Setelah IPO ini, perusahaan akan mengubah skema sewa hingga lima tahun.

"Kita ubah dengan skema yang jangka panjang, dari satu tahun menjadi lima tahun. Kita harap adanya perubahan skema mendapatkan diskon, kalau kita sewa jangka panjang," sebut dia.

Dana Rp500 miliar penambahan lahan, lanjut dia, akan berbentuk aset non lahan, seperti gedung kantor, instalasi listrik, gedung parkiran, dan lainnya. "Itu yang akan kita lakukan," jelas dia.

Untuk sewa lahan dalam jangka panjang lima tahun ini, dia menjelaskan, akan didapatkan dari dana hasil IPO. ‎Sebagai informasi, perusahaan akan meraup dana segar Rp835 miliar.

Dana segar IPO setelah dikurangi biaya emisi, perusahaan akan gunakan sebesar 50 persen untuk belanja modal. ‎Kemudian, sebesar 25 persen untuk pembayaran kontrak sewa lahan jangka panjang di Jakarta Utara, dan sisanya 25 persen untuk modal kerja‎.


(SAW)