Perang Dagang Beri Dampak Ketakutan Politik

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 06 Jul 2018 19:29 WIB
as-tiongkokPerang dagang
Perang Dagang Beri Dampak Ketakutan Politik
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Rizal)

Jakarta: Perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta beberapa negara termasuk Indonesia dinilai hanya memberi dampak eskalasi ketakutan politik. Hal ini belum memberi dampak signifikan pada saham emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Saya melihat kepada ketakutan perang dagang lebih kepada ekskalasi kondisi politiknya saja," kata Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan di Kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018.

Dia mencontohkan saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang terkoreksi hari ini akibat pernyataan mengenai perang dagang. Alfred melihat ini sebagai ketakutan saja. Ia yakin produksi tekstil Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat masih menjual, baik dari segi kualitas dan harga.

"Ini bargaining Trump saja. Karena mereka banyak kalah. Seperti di Eropa dia banyak kalah. Saya pikir enggak lah, SRIL masuk ke Amerika Serikat karena kualitas dan harga. Jadi mau dibatasi agar Amerika Serikat surplus di semua negara enggak mungkin lah," jelas dia.

Sementara itu, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan beberapa hal antisipasi yang harus dilakukan oleh BEI supaya kebijakan-kebijakan Trump tidak berdampak pada pasar.

"Pertama meningkatkan minat investor untuk investasi di pasar modal. Dari pemerintah. Kita juga punya kerja sama bilateral. Katakan lah kita bangun peluang ekspor negara lain. Itu bisa ditingkatkan untuk ancaman perang dagang," tutup Nafan.

 


(AHL)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

1 hour Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA