Alasan Analis Perkirakan Rupiah Bergerak Melemah

Angga Bratadharma    •    Rabu, 16 May 2018 08:32 WIB
kurs rupiah
Alasan Analis Perkirakan Rupiah Bergerak Melemah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Jakarta: Dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan bergerak menguat di level 93-94 didorong meningkat tajamnya imbal hasil treasury AS sebesar tujuh bps pada Senin menjadi 3,06 persen untuk tenor 10 tahun. Kenaikan imbal hasil tersebut didorong oleh defisit anggaran Pemerintahan AS yang kemungkinan lebih dari USD1 triliun di akhir 2019.

"Selain itu, kenaikan imbal hasil juga karena naiknya kepercayaan investor bahwa tingkat suku bunga AS akan naik empat kali tahun ini," sebut Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

Sementara itu, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak melemah hari ini setelah data neraca perdagangan kembali defisit di April sebesar USD1,63 miliar atau jauh di atas ekspektasi analis sebesar USD400 juta. Rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp14.000 sampai dengan Rp14.100 per USD.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 193 poin atau 0,78 persen, menjadi ditutup di 24.706,41 poin. Indeks S&P 500 merosot 18,68 poin atau 0,68 persen, menjadi berakhir di 2.711,45 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 59,69 poin atau 0,81 persen, menjadi 7.351,63 poin.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun yang menjadi acuan mencapai 3,09 persen pada Selasa 15 Mei, level tertinggi sejak 2011. Imbal hasil baru-baru ini telah melonjak karena tanda-tanda meningkatnya inflasi yang memicu spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga lebih banyak tahun ini.

Probabilitas bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuannya untuk keempat kalinya tahun ini naik di atas 50 persen untuk pertama kalinya, menurut alat pelacakan FedWatch CME untuk pasar berjangka fed funds.

 


(ABD)


Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

10 hours Ago

Bangkutnya PT Sariwangi Agricultural Estates Agency (Sariwangi AEA) dan anak usahanya yaitu PT …

BERITA LAINNYA