IHSG Berpeluang Menguat

Angga Bratadharma    •    Rabu, 14 Jun 2017 09:15 WIB
ihsg
IHSG Berpeluang Menguat
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup mengalami penguatan seiring rebound-nya beberapa saham teknologi dan para investor menantikan rilis data ekonomi AS minggu ini. Saat ini fokus pasar tertuju pada data inflasi AS yang diumumkan Rabu malam.

Samuel Research Team mengungkapkan, adapun data inflasi AS diperkirakan turun ke dua persen secara tahun ke tahun (yoy) dan FOMC meeting yang disimpulkan Kamis dini hari diperkirakan suku bunga AS mengalami kenaikan sebanyak 25 bps.

"Sama halnya Bursa Eropa ditutup menguat sambil menunggu keputusan suku bunga AS. Harga minyak turun setelah AS melaporkan adanya kenaikan cadangan minyak mentah yang tak terduga," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu 14 Juni 2017.

Dari domestik, neraca perdagangan Indonesia akan dirilis Kamis siang dan surplus diperkirakan menipis ke kisaran USD1 miliar. BI RR rate diperkirakan masih tetap di posisi 4,75 persen walaupun inflasi masih berpeluang naik. Di sisi lain, Moodys memperbaiki outlook perbankan Indonesia dari stabil menjadi positif membuat sentiment positif untuk market.

"Ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbuka, merespons harga batu bara yang mulai kembali kuat," ungkap Samuel Research Team.

Sementara itu, hasil dari FOMC meeting ditunggu  dan dolar index justru mengalami pelemahan. Tidak dipungkiri menjelang pengumuman hasil FOMC meeting Kamis dini hari nanti, dolar index justru melemah. Melambatnya data inflasi produsen Amerika Serikat (AS) dan penguatan tajam poundsterling menjadi penyebab utama.

 


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA