Rupiah Terdepresi USD dan Euro di Pekan Kedua Mei

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 16 May 2017 09:05 WIB
kurs rupiah
Rupiah Terdepresi USD dan Euro di Pekan Kedua Mei
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada pekan kedua Mei nilai tukar rupiah mengalami depresiasi terhadap dua mata uang asing. Dalam hal ini, diharapkan kondisi tersebut tidak memberikan efek negatif bagi pergerakan ekonomi Indonesia.

Kepala BPS Suhariyanto menyebut, nilai tukar rupiah terdepresiasi sebanyak 0,36 persen atau 47,79 poin terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Selama pekan kedua, mata uang Garuda tercatat sebesar Rp13.319,55 per USD.

Selain itu, tambah Suhariyanto, dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Senin 15 Mei 2017\, nilai tukar rupiah juga terdepresiasi terhadap mata uang euro sebesar 0,45 persen atau 65,19 poin yakni dengan posisi Rp14.513,94 per euro.

Sementara itu, pergerakan nilai tukar rupiah mengalami apresiasi terhadap dua mata uang lain. Terhadap dolar Australia (AUD), nilai tukar rupiah mampu terapreasi sebanyak 15,79 persen atau 174,63 poin yakni pada posisi Rp9.820,18 per AUD. Apresiasi juga terjadi pada yen Jepang sebesar 1,19 persen atau 2,13 poin yakni pada posisi Rp116,91 per yen.

Sebelumnya, BPS merilis capaian kinerja perdagangan sepanjang April 2017 menunjukkan surplus sebesar USD1,24 miliar. Angka tersebut merupakan kumulatif dari capaian ekspor dan impor pada bulan keempat denngan masing-maisng sebesar USD13,17 miliar dan USD11,93 miliar.

"Berdasarkan nilai ekspor dan impor maka neraca dagang masih ada surplus sebesar USD1,24 miliar," kata Suhariyanto.

Jika melihat komoditasnya, nonmigas mengalami surplus cukup besar yakni USD1,872 miliar. Namun, ada defisit pada migas sebesar USD634 juta yang tentunya harus diimbangi. Suhariyanto mengatakan hampir seluruh komoditas migas mengalami penurunan.

 


(ABD)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

13 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA