Modern Tunggu RUPS Lepas 7-Eleven

   •    Selasa, 16 May 2017 11:09 WIB
7-eleven
Modern Tunggu RUPS Lepas 7-Eleven
Ilustrasi gerai 7-Eleven. (FOTO: MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Modern Indonesia Tbk (MDRN) berencana meminta persetujuan pemegang saham atas rencana perseroan menjual bisnis anak perusahaan yang memegang franchise 7-Eleven Indonesia kepada anak usaha Charoen Pokpan Indonesia (CPI) yakni Charoen Pokhpand Restaurant Indonesia (CPRI).

Persetujuan penjualan bisnis PT Modern Sevel Indonesia (MSI) senilai Rp1 triliun akan dimintakan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 21 Juni 2017.

Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan di Jakarta, Senin 15 Mei 2017, manajemen Modern Indonesia menjelaskan latar belakang penjualan bisnis 7-Eleven beserta aset-aset yang menyertainya karena bisnis MSI telah mengalami kerugian di tahun-tahun terakhir sebagai akibat dari kompetisi pasar yang tinggi.

MSI masih akan membutuhkan modal yang besar untuk dapat mengembangkan bisnis convenience store pada masa mendatang. Hal itu berpotensi memberikan dampak terhadap laporan keuangan perseroan sebagai entitas induk serta kebutuhan atas modal kerja serta model investasi yang tinggi di masa yang akan datang.

Baca: Menperin: Kesalahan Strategi Bisnis Bikin Sevel Bangkrut

"Setelah rencana transaksi menjadi efektif, MSI akan menggunakan dana dari rencana transaksi untuk pembayaran pinjaman bank, modal kerja yang terutang, serta utang-utang lainnya," tulis manajemen Modern Indonesia.

Setelah transaksi itu selesai, perseroan mengharapkan dapat fokus pada kegiatan sebagai distributor peralatan kesehatan medis dan distributor Document Management Solution. MSI dan CPRI telah menandatangani business acquisition agreement pada 19 April 2017 yang merupakan akuisisi bersyarat.

Rencana transaksi akan diselesaikan sebelum atau pada 30 Juni 2017 apabila prasyarat rencana transaksi terpenuhi. Adapun prasyarat rencana transaksi ialah persetujuan dari pemegang saham, izin dari instansi pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan, juga persetujuan para kreditur dan 7-Eleven Inc selaku pemberi waralaba.

Berdasarkan hasil penilaian dari pihak independen, nilai pasar wajar objek penilaian ialah Rp975,83 miliar. (Media Indonesia)


(AHL)