Terkoreksi 31 Poin, Gerak IHSG Terus Tertekan

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 17 May 2017 16:19 WIB
ihsg
Terkoreksi 31 Poin, Gerak IHSG Terus Tertekan
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Adimaja)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan sore ini terus tertekan. Gerak IHSG terkungkung sejak penutupan sesi pertama perdagangan siang.

Pantauan Metrotvnews.com, Rabu 17 Mei 2017, IHSG makin merosot 31,508 poin atau setara 0,558 persen ke posisi 5.615. Pada bel pembukaan perdagangan pagi, IHSG sempat dibuka ke level 5.661.

Volume perdagangan saham sore ini ditutup sebanyak 7,7 miliar lembar senilai Rp6,7 triliun. Sebanyak 137 saham menguat, 197 saham melemah, 98 saham stagnan, dan terjadi 307.986 kali frekuensi.

Tercatat indeks saham unggulan LQ45 turun 7,81 poin atau setara 1,0 persen ke posisi 934. Senada, indeks saham syariah JII juga melemah 7,55 poin atau setara 1,0 persen ke 719.

Sore ini, hanya sektor konsumer dan infrastruktur yang berada di zona hijau, di mana masing-masing melemah 0,11 poin dan 3,05 poin. Sementara sektor pertambangan menjadi yang terlemah sebesar 18,82 poin.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) naik Rp350 ke Rp27.800, PT Indofarma Tbk (INAF) naik Rp220 ke Rp3.390, dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menguat Rp200 ke Rp5.475.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top loosers di antaranya yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) merosot Rp725 ke Rp23.100, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah Rp450 ke Rp16.950, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp400 menjadi Rp70.100.

Kepala Analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas, William Suryawijaya‎ memprediksikan gerak indeks masih berada dalam fase pengujian target support terdekat di hari ini, seiring dengan gejolak harga komoditas global yang akan mempengaruhi bursa domestik.

"IHSG terlihat sedang berada dalam fase menguji support di tengah gejolak harga komoditas," kata William.

Saat ini, sebutnya, IHSG memiliki support terdekat di level 5.623, sedangkan target resisten terdekat yang berupaya untuk dicapai berada pada level 5.702.

"‎Rilis data perekonomian masih menunjukkan kondisi stabil, sehingga hal ini masih menjadi salah satu penopang dari pola pergerakan IHSG," tutur William.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA