Akhir Pekan, Gerak Rupiah Melemah ke Rp13.370/USD

Angga Bratadharma    •    Jumat, 11 Aug 2017 08:22 WIB
kurs rupiah
Akhir Pekan, Gerak Rupiah Melemah ke Rp13.370/USD
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terpantau kian melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.333 per USD. Perlu sejumlah sentimen positif yang datang dari dalam negeri dan luar negeri agar nilai tukar rupiah kokoh di jalur hijau.

Mengutip Bloomberg, Jumat 11 Agustus 2017, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka melemah di posisi Rp13.370 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.360 per USD hingga Rp13.371 per USD dengan year to date return di minus 1,04 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.157 per USD.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, walaupun dolar Amerika Serikat (USD) mengalami penguatan di Asia, tetapi sentimen positif di pasar SUN seiring dengan harapan pelonggaran moneter telah menjaga pasokan USD domestik tetap solid dan mencegah pelemahan rupiah.



"Tetapi dengan semakin panasnya tensi politik antara AS dan Korea Utara, aksi pengalihan dana ke safe haven bisa ikut menekan rupiah di perdagangan Jumat ini," ungkap Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Dari domestik, rilis neraca transaksi berjalan kuartal II-2017 ditunggu dan diperkirakan melebar. Adapun hal ini bisa mengurangi sentimen positif dari domestik. Fokus juga tertuju pada rilis APBN 2018 dan spekulasi adanya perombakan kabinet yang kemungkinan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, tensi geopolitik meningkat dan harga emas naik tajam. Tensi geopolitik meningkat sehingga mendorong kenaikan aset safe haven seperti emas, UST dan yen, kecuali USD. Dengan Trump yang semakin fokus terhadap masalah geopolitik, perhatian terhadap rencana stimulus fiskal diperkirakan berkurang.

"Sehingga kondisi ini menekan ekspektasi pengetatan lanjutan oleh the Fed ke depan dan direspons dengan pelemahan USD dan penurunan imabl hasil. Penurunan USD dan imbal hasil bisa tertahan jika inflasi AS Juli 2017 yang dirilis nanti malam naik," pungkas Rangga.

 


(ABD)