Impack Pratama Berencana Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 07 Nov 2016 17:39 WIB
obligasi
Impack Pratama Berencana Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar
Illustrasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) berencana menerbitkan obligasi I Impack Pratama Industri Tahun 2016 sebesar Rp500 miliar, dengan tingkat bunga di kisaran 9,5-10,25 persen.

Obligasi yang diterbitkan perseroan terdiri dari dua seri. Seri A memiliki jangka waktu tiga tahun dengan kisaran bunga 9,5-10 persen per tahun dan seri B memiliki ‎jangka waktu lima  tahun dengan kisaran bunga 9,75-10,25 persen per tahun.

Direktur Utama Impack Pratama Industri Haryanto Tjiptodihardjo mengatakan, penerbitan obligasi ini dengan jaminan sebesar 110 persen dari nilai pokok obligasi.

Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan seluruhnya sebagai pelunasan hutang bank perseroan, atau entitas anak, belanja modal dari perseroan dan entitas anak, dan juga untuk modal kerja perseroan atau entitas anak.

"Kami optimistis obligasi ini akan mendapatkan respon yang positif dari investor," kata‎ Haryanto dalam keterangannya, Jakarta, Senin (7/11/2016).

Obligasi ini mendapatkan peringkat idA- dari Pefindo. ‎Demi menyukseskan obligasi, Impack Pratama telah menunjuk PT BCA Sekuritas dan PT Sucorinvest Central Gani sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Sementara itu, ‎Direktur Utama PT BCA Sekuritas, Mardy Sutanto mengatakan, tim manajemen Impact yang handal dan berpengalaman di industri bahan bangunan dan barang plastik, serta profitabilitas yang kuat dan peringkat yang didapat, maka menjadi dasar yang tinggi untuk menawarkan obligasi tersebut kepada investor.

"Impack Pratama merupakan pemimpin pasar di industri bahan bangunan dengan prospek sangat baik. Dengan potensi pasar yang besar, kami optimistis ini akan menjadikannya sebagai investasi yang menarik," pungkas Direktur Utama PT Sucorinvest Central Gani Nicolaos M.Oentung.

Sepanjang sembilan bulan pertama di 2016, perseroan telah memperoleh pendapatan sebesar Rp848,52 miliar, dengan laba periode berjalan sebesar Rp106,02 miliar.


(SAW)

Menaker: Freeport Tak Bisa Seenaknya Lakukan PHK

Menaker: Freeport Tak Bisa Seenaknya Lakukan PHK

1 hour Ago

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan sudah mendapat laporan sementara mengen…

BERITA LAINNYA