Rupiah Siap Libas Dolar AS

Angga Bratadharma    •    Jumat, 01 Feb 2019 08:15 WIB
kurs rupiah
Rupiah Siap Libas Dolar AS
Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)

Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan melemah ke level 95,3-95,50 terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terutama yen. Pelemahan USD masih didorong oleh dovish-nya pernyataan Ketua the Fed Jerome Powell pada Kamis lalu setelah the Fed memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga Fed Fund Rate.

Sementara itu, Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengatakan pelemahan ekonomi Amerika Serikat (AS) semakin terlihat jelas. Data penduduk AS yang mengisi tunjangan pengangguran meningkat menjadi 253 ribu di minggu ketiga Januari dibandingkan dengan minggu sebelumnya sebesar 200 ribu orang.

"Peningkatan tersebut disinyalir akibat penutupan pemerintahan yang terjadi sebulan terkahir," ungkap Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 1 Februari 2019.

Sedangkan terkait nilai tukar rupiah, lanjutnya, diperkirakan menguat hari ini jelang rilis data inflasi yang diperkirakan masih cukup rendah di level 3,05 persen secara tahun ke tahun (yoy) di Januari atau lebih rendah dibandingkan dengan posisi di Desember sebesar 3,13 persen (yoy).

"Inflasi yang cukup rendah tersebut kemungkinan dapat menjaga fundamental rupiah tetap kuat dalam jangka menengah. Rupiah diperkirakan menguat ke level Rp13.950 sampai dengan Rp14.000 per USD," kata Ahmad Mikail.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 15,19 poin atau 0,06 persen, menjadi berakhir di 24.999,67 poin. Indeks S&P 500 ditutup meningkat 23,05 poin atau 0,86 persen, menjadi 2.704,10 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 98,66 poin atau 1,37 persen, menjadi berakhir di 7.281,74 poin.

Adapun General Electric melaporkan laba triwulanan yang beragam dengan pendapatan mengalahkan estimasi Wall Street dan labanya yang jauh dari perkiraan. Perusahaan melaporkan laba per saham yang disesuaikan sebesar USD0,17 dengan pendapatan USD33,28 miliar.


(ABD)