Gerak Rupiah Dibuka Naik Tipis ke Rp14.435/USD

Angga Bratadharma    •    Kamis, 09 Aug 2018 08:45 WIB
kurs rupiah
Gerak Rupiah Dibuka Naik Tipis ke Rp14.435/USD
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau menguat tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.439 per USD. Di sisi lain, saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB).

Mengutip Bloomberg, Kamis, 9 Agustus 2018, perdagangan pagi dibuka melonjak ke Rp14.435 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.430 hingga Rp14.435 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.210 per USD.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 45,16 poin atau 0,18 persen menjadi berakhir di 25.583,75 poin. Indeks S&P 500 sedikit melemah 0,075 poin atau 0,03 persen menjadi ditutup di 2.857,70 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir meningkat 4,66 poin atau 0,06 persen menjadi 7.888,33 poin.

Kementerian Perdagangan Tiongkok pada Rabu waktu setempat mengumumkan pengenaan tarif 25 persen terhadap USD16 miliar barang-barang Amerika Serikat, termasuk mobil dan minyak mentah. Pengumuman itu muncul setelah Pemerintah Amerika Serikat merilis daftar final barang-barang Tiongkok senilai USD16 miliar yang akan dikenakan tarif lebih tinggi.



Di bagian laba perusahaan, CVS Health melampaui perkiraan laba dan pendapatan Wall Street untuk kuartal kedua. Perusahaan melaporkan laba yang disesuaikan secara kuartalan pada Rabu 8 Agustus sebesar USD1,69 per saham dan pendapatan USD46,7 miliar.

Saham Disney turun 2,21 persen setelah raksasa hiburan itu melaporkan hasil kuartalan yang meleset dari ekspektasi para analis. Tidak termasuk item-item tertentu yang memengaruhi komparabilitas, laba per sahamnya untuk kuartal kedua mencapai USD1,87 dan pendapatannya mencapai USD15,23 miliar yang keduanya lebih rendah dari perkiraan.

Musim pelaporan laba sejauh ini lebih kuat dari yang diperkirakan para analis. Laba gabungan kuartal kedua diperkirakan akan meningkat 23,5 persen dari periode yang sama tahun lalu. Tidak termasuk sektor energi, estimasi pertumbuhan laba menurun menjadi 20,4 persen.

 


(ABD)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA