Semester I, Pendapatan Lippo Karawaci Tergerus 3%

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 10 Oct 2017 07:17 WIB
lippo karawaci
Semester I, Pendapatan Lippo Karawaci Tergerus 3%
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,9 triliun atau turun 3 persen secara year on year (yoy) di semester I-2017 yang berakhir pada 30 Juni 2017.

Selain itu, laba kotor perseroan juga tercatat turun sebesar 9 persen menjadi Rp2,1 triliun, sedangkan EBITDA menurun sebesar 21 persen yoy, menjadi Rp 962 miliar. Laba bersih relatif datar menjadi Rp487 miliar.

Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya mengatakan untuk pendapatan divisi Residential & Urban Development menurun sebesar 25 persen yoy menjadi Rp1,3 triliun, di mana pendapatan dari Townships turun sebesar 41 persen yoy menjadi Rp687 miliar.

Pendapatan dari Large Scale Integrated Developments naik sebesar 6 persen yoy menjadi Rp648 miliar dimana pengakuan pendapatan proyek-proyek dalam tahap konstruksi, seperti Millenium Village, Orange County dan Lippo Thamrin Office telah dibukukan berdasarkan persentase penyelesaian konstruksi.

"Namun demikian, pendapatan recurring LPKR tumbuh sebesar 8 persen yoy menjadi Rp3,6 triliun, berkontribusi sebesar 73 persen terhadap total pendapatan LPKR yang didukung oleh pertumbuhan yang kuat dari divisi Healthcare dan Mal," ungkap dia dalam siaran persnya, Selasa 10 Oktober 2017.

Pendapatan divisi Healthcare meningkat 8 persen yoy menjadi Rp2,8 triliun, di mana keenam rumah sakit mapan memberikan kontribusi sebesar Rp1,3 triliun atau 47 persen dari total.

Dia menambahkan, kunjungan pasien rawat jalan meningkat sebesar 10 persen. Sepanjang tahun ini, LPKR melalui anak usahanya di bidang pelayanan kesehatan, Siloam, telah mengambil alih empat rumah sakit dan juga telah membuka empat rumah sakit greenfield, sehingga jumlah rumah sakit di bawah pengelolaan Siloam menjadi 31.

"Tambahan rumah sakit- rumah sakit baru lainnya akan diumumkan di 2017," ujar dia singkat.

Adapun pendapatan divisi Komersial yang terdiri dari Mal Ritel & Hotel, naik sebesar 5 persen yoy menjadi Rp363 miliar. Pendapatan Mal naik sebesar 17 persen yoy menjadi Rp191 miliar terutama disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari Lippo Mal Puri, Baubau dan Jambi.

Dia menuturkan, sebuah mal baru di Jember, Jawa Timur, Lippo Plaza Jember dengan luas bersih disewakan (NLA) sebesar 28 ribu m2 telah ditambahkan ke dalam portofolio. Pada semester I-2017, Lippo Malls telah mengelola 47 mal di seluruh Indonesia. Pendapatan Hotels & Hospitality turun sebesar 6 persen yoy menjadi Rp172 miliar.

Pendapatan divisi Manajemen Aset meningkat sebesar 11 persen yoy menjadi Rp481 miliar, terutama disebabkan oleh berkembangnya basis aset yang dikelola serta meningkatnya fee dan pendapatan dividen dari kedua REITS yang berbasis di Singapura.


(AHL)