Ruang Penurunan Imbal Hasil SUN Masih Terbuka

Angga Bratadharma    •    Rabu, 12 Jul 2017 09:46 WIB
surat utangobligasi
Ruang Penurunan Imbal Hasil SUN Masih Terbuka
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Imbal hasil obligasi global lanjutkan penurunan dan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) turun merata. Imbal hasil obligasi global masih melanjutkan penurunannya dan kali ini lebih merata walaupun sepertinya imbal hasil Bund tidak akan kembali normal ke level yang lebih rendah.

"Kondisi itu terjadi hingga ada kejelasan mengenai kebijakan moneter European Central Bank (ECB) dengan ECB meeting berikutnya dijadwalkan pada 20 Juli 2017," ungkap Analis Sekuritas Rangga Cipta, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu 12 Juli 2017.

Dari domestik, di perdagangan Selasa kemarin, penurunan imbal hasil SUN terlihat semakin merata terutama di tenor pendek dan menengah. Normalisasi imbal hasil SUN usai kenaikan tajam sejalan dengan penguatan rupiah walaupun keduanya masih bergerak di rentang yang tipis.

Serapan lelang SUN kemarin yang terlihat masih cukup solid menunjukkan kekuatan faktor permintaan yang tidak sepenuhnya hilang. Akan tetapi, ketakutan konsekuensi pelebaran defisit adalah kekuatan faktor permintaan jika ada tambahan pasokan SUN sekitar Rp70 triliun-Rp80 triliun.

"Dalam jangka pendek ruang penurunan imbal hasil SUN masih terbuka," kata Rangga.

Sementara itu, politik di Amerika Serikat (AS) memanas dan dolar Amerika Serikat (USD) tertekan. Setelah sempat menguat merespons baiknya data tenaga kerja AS, dolar index bersama dengan imbal hasil UST tertekan menyusul munculnya spekulasi keterlibatan Donald Trump Jr dalam kampanye hitam yang menyudutkan Clinton pada Pilpres yang lalu.  

"Data jumlah lowongan pekerjaan AS yang buruk juga turut menekan dolar index," pungkas Rangga.

 


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA