Akhir Pekan, Rupiah Perdagangan Pagi Menguat ke Rp13.293/USD

Angga Bratadharma    •    Jumat, 08 Sep 2017 08:45 WIB
kurs rupiah
Akhir Pekan, Rupiah Perdagangan Pagi Menguat ke Rp13.293/USD
Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terlihat menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.307 per USD. Sentimen positif secara perlahan mulai berdatangan dan memberi efek terhadap gerak nilai tukar rupiah.

Mengutip Bloomberg, Jumat 8 September 2017, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp13.293 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.270 per USD hingga Rp13.297 per USD dengan year to date return di minus 1,23 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.079 per USD.

Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 22,86 poin atau 0,10 persen menjadi ditutup pada 21.784,78 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 kehilangan 0,44 poin atau 0,02 persen menjadi berakhir di 2.465,10 poin, dan indeks komposit Nasdaq ditutup naik 4,55 poin atau 0,07 persen menjadi 6.397,87 poin.



"Dalam pertemuan tersebut, Presiden dan para pimpinan Kongres sepakat untuk memberikan bantuan kepada korban badai Harvey, memperpanjang batas utang, dan melanjutkan kedua resolusi sampai 15 Desember, bersama-sama," kata Pemimpin DPR dari Demokrat Nancy Pelosi dan Pemimpin Senat dari Demokrat Chuck Schumer.

Para investor sempat mencemaskan kemungkinan adanya penutupan pemerintah jika batas utang tidak dinaikkan. Sektor keuangan merosot 1,65 persen, menyeret turun indeks utama. Banyak bank-bank besar seperti Citigroup dan Goldman Sachs turun lebih dari satu persen, karena tingkat suku bunga menurun.

Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 2 September, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 298 ribu, meningkat 62 ribu dari tingkat tidak direvis pekan sebelumnya sebesar 236 ribu, lapor Departemen Tenaga Kerja.

Angka tersebut adalah tingkat tertinggi untuk klaim awal sejak 18 April 2015 ketika mencapai 298 ribu. Sementara itu, untuk angka rata-rata pergerakan 4-minggu mencapai 250.250, meningkat 13.500 dari rata-rata minggu sebelumnya yang direvisi sebesar 236.750.

 


(ABD)