Analis: Beli Aset Nyonya Meneer, Bisa Jadi Katalis Positif bagi Sido Muncul

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 13 Oct 2017 15:34 WIB
sido munculnyonya meneer
Analis: Beli Aset Nyonya Meneer, Bisa Jadi Katalis Positif bagi Sido Muncul
Taman Djamoe milik Nyonya Meneer. (FOTO: dokumentasi Njonja Meneer)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) telah membeli Taman Djamoe Indonesia yang merupakan aset pabrik milik PT Nyonya Meneer. Sido Muncul membeli Taman Djamoe mencapai Rp21,901 miliar.

Terkait pembelian aset tersebut, terpantau memberikan dampak positif bagi kinerja saham Sido Muncul. Mengutip YahooFinance, Jumat 13 Oktober 2017, saham dengan ticker SIDO tersebut melaju pesat hari ini. Saham perseroan saat ini berada di posisi Rp468 per saham. Adapun pada hari sebelumnya masih bertengger di Rp436-Rp456 per saham.

Analis MNC Sekuritas Heldy Arifien‎ menilai pasar mengonfirmasi positif atas pembelian aset Nyonya Meneer berupa Taman Djamoe Indonesia, sehingga gerak saham SIDO cukup positif sepanjang hari ini.

"Likely menjadi konfirmasi positif. Meski dari perspektif teknikal, relatif sudah di area akumulasi sejak dua hari trading kemarin, technical rebound," ungkap Heldy kepada Metrotvnews.com, Jumat 13 Oktober 2017.

Heldy mengaku, pembelian itu bisa menjadi lebih katalis positif, ketika aset tersebut sudah diketahui untuk dimanfaatkan ke arah mana. "Sepengetahuan saya, pembelian aset belum disertai adanya rencana aksi korporasi," ujar Heldy.

‎Analis Senior PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menyatakan, sebenarnya aset yang dibeli oleh Sido Muncul itu tidak produktif, yakni berupa Taman Djamoe. Namun, jika perusahaan bisa memanfaatkannya dengan baik, seperti memberikan edukasi ke masyarakat, maka akan menimbulkan minat masyarakat untuk mengonsumsi jamu.

"Nah dari situ tentu SIDO bisa berjualan melalui edukasi di taman tersebut. Ya, semacam sekuritas atau asuransi lah, kalau lagi edukasi ke masyarakat kan ujung-ujungnya diminta buka rekening untuk nasabah," ucap Reza.

Reza melanjutkan, pendapatan dari aset itu belum tentu besar, tap‎i secara bertahap nantinya akan berimbas ke pendapatan SIDO. "Ya pasti berimbas ke pemasukan SIDO pada saat nanti. Tapi belum besar. Saya hanya bisa bilang bisa juga atau tidak, karena momennya kebetulan market lagi naik, dan harga saham SIDO di Rp440-Rp460 per saham memang sudah rendah," tutup Reza.‎

 


(AHL)