Waskita Beton Precast Bidik Laba Rp620 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 10 Aug 2016 18:10 WIB
waskita karya
Waskita Beton Precast Bidik Laba Rp620 Miliar
Press Conference PT Waskita Beton Precast. MTVN/Dian IS.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Waskita Beton Precast membidik peningkatan laba bersih hingga dua kali lipat di tahun ini. Artinya, posisi laba bersih perseroan bisa mencapai Rp620 miliar, dari posisi laba sebesar Rp330 miliar di 2015.

"Jadi naik dua kali lipat dari pencapaian tahun lalu. Untuk penjualan kita targetkan Rp4,9 triliun," jelas Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana‎, ditemui saat paparan public perseroan terkait IPO di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Untuk mendorong target laba bersih tersebut, Jarot mengemukakan, perseroan sudah mengalokasikan dana belanja modal (capex) sebesar Rp1,1 triliun. Dana alokasi capex sudah termasuk akuisisi dua pabrik yang sudah bisa produksi. L‎okasi pabrik yang diakuisisi, kata Jarot, berada di Jawa Tengah dan Palembang.‎ 

"Pada tahun depan capex kita anggarkan Rp1,9 triliun," ujar Jarot.

Hingga Juli 2016‎, perseroan sendiri telah membukukan kontrak baru sebesar Rp6,6 triliun. Target kontrak baru di tahun ini sebesar Rp8 triliun. Adapun kontrak baru di 2017, menurut Jarot, akan didapatkan dari trans Sumatera dan Jawa. Kontrak di Trans Jawa pada tahun depan seperti Probolinggo-Banyu Wangi, sama Bogor-Ciawi Sukabumi.

Waskita Karya sebagai induk perseroan telah membukukan kontrak baru sebesar Rp45,6 triliun per 26 Juli 2016. Angka itu meningkat dari raihan semester I-2016 yang mencapai Rp40 triliun.

Kontrak baru yang diraih didominasi oleh proyek-proyek pengembangan jalan tol serta proyek pemerintah. Proyek jalan tol dan proyek pemerintah yang diberikan ke Waskita sebanyak 11 proyek strategis di Juni 2016.

"Proyek ini tersebar di seluruh Indonesia. Proyeknya hanya sedikit sampai pertengahan tahun ini, hanya 11 kan sedikit," jelas Direktur Utama Waskita Karya M Choliq.

Tidak hanya kontrak yang bisa didapatkan secara signifikan, Choliq menyebutkan laba bersih perseroan pun tumbuh 240 persen dengan menjadi Rp582 miliar bila dibanding periode yang sama tahun lalu. Tingkat pendapatan usaha pun naik 103 persen menjadi Rp8,08 triliun.

"Tingkat pendapatan dan laba mengalami peningkatan yang cukup baik, laba kami tumbuh 240 persen dan pendapatan tumbuh 103 persen," jelas Choliq.

Hingga semester I-2016, posisi aset manajemen telah men‎capai sebesar Rp40,4 triliun, dengan struktur ekuitas Rp10,2 triliun, dan total utang berbunga mencapai Rp16,5 triliun.



(SAW)