Tahun Politik Dinilai Tak Pengaruhi Minat IPO

Nia Deviyana    •    Rabu, 12 Dec 2018 20:00 WIB
ipo
Tahun Politik Dinilai Tak Pengaruhi Minat IPO
Illustasi. MI/Panca S.

Jakarta: Kondisi ekonomi global yang tidak menentu di tahun politik dianggap tak memengaruhi keputusan perusahaan untuk menunda melakukan Initial Public Offering (IPO). PT Lotus Andalan Sekuritas menilai tahun politik justru akan memberi dampak positif untuk transaksi saham selama pemilu berjalan dengan baik.

"Kalau pemilu berjalan baik mestinya bagus untuk transaksi saham. Yang dikhawatirkan investor asing itu kalau ada perubahan yang signifikan, misalnya keadaan yang total berbeda dari tahun lalu," ujar Presiden Direktur Lotus Wientoro Prasetyo di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018.

Hal yang cukup berpengaruh terhadap keputusan perusahaan melakukan IPO, kata Wientoro, justru uji coba e-Bookbuilding yang dijadwalkan pada semester II-2019.

E-Bookbuiding adalah proses penawaran awal untuk menentukan harga jual saham IPO dengan melihat minat beli investor secara elektronik. Melalui layanan ini, nantinya investor bisa melakukan penawaran beli atau bidding saham IPO melalui aplikasi. Dengan layanan ini, diharapkan cakupan investor menjadi lebih luas.

"Nah yang jadi uncertainty itu justru kalau ngomongin e-Bookbuilding karena itu agak mengubah struktur penawaran IPO. Jadi kami para penjamin emisi dan calon korporasi yang mau IPO akan lihat-lihat dulu," kata dia. Hal ini, kemungkinan yang membuat perusahaan yang IPO pada tahun depan menjadi lebih sedikit.

Untuk perusahaan yang melakukan IPO tahun depan, Wientoro memprediksi sektor properti masih mendominasi seperti halnya tahun ini. "Saya rasa kondisinya masih mirip-mirip, kalau dari sektor komoditas kelihatannya masih biasa-biasa saja. Ada ekspektasi dari sektor komoditas, tapi  belum terlalu kuat karena perlambatan ekonomi global," pungkasnya.


(SAW)