IHSG Berpeluang Menguat

Angga Bratadharma    •    Senin, 17 Jul 2017 08:47 WIB
ihsg
IHSG Berpeluang Menguat
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Laporan keuangan sejumlah perusahaan keuangan yang melebihi ekspektasi dan antisipasi earnings season mendorong kenaikan bursa saham Amerika Serikat (AS), meskipun dari sisi ekonomi terlihat consumer sentiment, retail sales, dan inflasi tercatat lebih rendah dari ekspektasi.

"Inflasi yang rendah dan pernyataan Ketua the Fed Janet Yellen sebelumnya yang cenderung mengisyaratkan kenaikan suku bunga secara tidak agresif mendorong pelemahan dolar index dan kenaikan harga sejumlah komoditas," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin 17 Juli 2017.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup relatif datar pada jumat lalu dengan foreign net sell tercatat Rp777 miliar di pasar reguler. Hari ini, IHSG berpotensi menguat menyusul penguatan bursa AS dan EIDO pada Jumat lalu serta penguatan sejumlah bursa saham pagi ini.

Data neraca perdagangan Indonesia hari ini menjadi perhatian investor, di mana Bank Indonesia (BI) memperkirakan surplus kembali mengalami kenaikan menjadi USD1,4 miliar. Selain itu, European Central Bank (ECB) meeting terkait stimulus pada kamis mendatang juga menjadi perhatian investor.

Di sisi lain, inflasi AS kembali turun dan pergerakan USD semakin tertekan. Setelah inflasi produsen diumumkan melambat, giliaran inflasi konsumen AS yang turun. Itu cukup untuk membuat dolar index kembali turun dalam bersamaan dengan imbal hasil UST.

Hal itu juga sejalan dengan pesimisme Ketua the Fed Janet Yellen yang sebelumnya disampaikan di depan kongres. Fokus minggu ini akan kembali beralih ke zona euro, di mana pada Kamis mendatang ECB akan mengumumkan pandangannya terhadap perekonomian serta prospek stimulus.

 


(ABD)