BRI Akuisisi Danareksa Sekuritas Rp819 Miliar

   •    Senin, 01 Oct 2018 08:05 WIB
bridanareksa
BRI Akuisisi Danareksa Sekuritas Rp819 Miliar
Ilustrasi BRI. (FOTO: MI)

Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk secara resmi mengakuisisi saham Danareksa Sekuritas dan Danareksa Investment Management dengan total nilai sekitar Rp819 miliar.

Aksi korporasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat yang dilakukan Direktur Utama BRI Suprajarto bersama Direktur Utama PT Danareksa (persero) Arief Budiman sebagai pemegang saham Danareksa Sekuritas dan Danareksa Investment Management, di Jakarta, pekan lalu.

Transaksi jual beli saham antara BRI dan Danareksa (persero) tersebut akan efektif setelah memenuhi persyaratan regulasi antara lain regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama BRI Suprajarto menyampaikan perjanjian jual beli saham itu meliputi 67 persen saham Danareksa Sekuritas senilai Rp447 miliar dan 35 persen saham Danareksa Investment Management senilai Rp372 miliar.

Transaksi itu, lanjut dia, dilatarbelakangi strategi jangka panjang BRI dalam membangun bisnis jasa keuangan dengan menyediakan layanan yang terintegrasi.

"BRI terus berupaya melengkapi pelayanan dalam jasa keuangannya agar dapat melayani berbagai macam kebutuhan nasabah dengan pelayanan yang lebih lengkap dan komprehensif," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Minggu, 30 September 2018.

Saat ini, lanjut Suprajarto, BRI telah memiliki lima perusahaan anak, yaitu BRI Syariah, BRI Agro, BRI Life, BRI Finance, dan BRI Remittance.

"Penyertaan modal pada Danareksa Sekuritas dan Danareksa Investment Management akan melengkapi layanan keuangan yang disediakan BRI," ia menambahkan.

Suprajarto menilai pertumbuhan bisnis perusahaan efek dan perusahaan investasi diperkirakan cukup menjanjikan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap berbagai macam produk keuangan, terutama bagi kalangan investor ritel, termasuk masyarakat kelas menengah serta meningkatnya kebutuhan segmen wholesale terhadap produk-produk pasar modal. (Media Indonesia)


(AHL)