Analis Perkirakan Rupiah Melemah ke Rp13.915/USD

Angga Bratadharma    •    Jumat, 08 Jun 2018 08:32 WIB
kurs rupiah
Analis Perkirakan Rupiah Melemah ke Rp13.915/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta: Gerak dolar Amerika Serikat (USD) diprediksi melemah di sekitar level 93,0-93,5 terhadap beberapa mata uang utama dunia. Pelemahan itu terutama terhadap euro seiring makin kuatnya sinyal dari European Central Bank (ECB) untuk menghentikan stimulus moneternya tahun ini terhadap pembelian obligasi senilai USD35 miliar.

"Kemungkinan ECB akan melakukan rapat minggu depan untuk membahas mekanisme penghentian stimulus tersebut," ungkap Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018.

Di saat yang sama, lanjut Ahmad Mikail, imbal hasil treasury AS kembali melemah sebanyak lima bps ke level 2,93 persen didorong kekhawatiran investor atas risiko yang naik di pasar surat utang negera-negera berkembang terutama Brasil yang memiliki rasio utang cukup tinggi terhadap PDB atau mencapai 74 persen jelang kenaikan tingkat suku bunga di AS.

"Hal tersebut mendorong investor memindahkan sejumlah dananya ke aset berbasis USD. Rupiah kemungkinan akan melemah terhadap USD sebagai dampak dari efek tersebut. Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp13.865 hingga Rp13.915 per USD," kata Ahmad Mikail.

Sedangkan imbal hasil treasury AS jangka menengah (10 tahun) dan panjang di AS (30 tahun) pada Kamis kemarin turun masing-masing sebesar lima bps level 2,93 persen dan 3,12 persen. Hal tersebut  didorong spekulasi investor terhadap naiknya risiko di pasar surat utang negara-negara berkembang.

Adapun imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan bergerak naik. kenaikan imbal hasil SUN didorong kemungkinan pelemahan nilai tukar rupiah dan efek berantai dari naiknya risiko di pasar surat utang negara-negara berkembang. Imbal hasil SUN 10 tahun diperkirakan bergerak di rentang 7,2-7,4 persen.

 


(ABD)