AP I Bakal Terbitkan Obligasi hingga Rp4 Triliun di 2017

Husen Miftahudin    •    Senin, 28 Nov 2016 13:19 WIB
angkasa pura iiobligasi
AP I Bakal Terbitkan Obligasi hingga Rp4 Triliun di 2017
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) bakal kembali menerbitkan obligasi hingga Rp4 triliun di 2017. Aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari pendanaan pengembangan lima bandara hingga 2020 yang membutuhkan anggaran sebanyak Rp25 triliun.

Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi AP I Novrihandri menjelaskan, penerbitan obligasi Rp4 triliun itu untuk memenuhi capital expendicture (capex) atau belanja modal perseroan di tahun depan sebanyak Rp8,2 triliun. Dana tersebut untuk mengembangkan Bandara 3 Achmad Yani Semarang, Syamsudin Noor Banjarmasin, dan New Yogyakarta Kulon Progo.

"Semua sudah proses, kita sudah bebaskan lahannya. Tahun depan kita harapkan itu progres. Sementara di Semarang dan Banjarmasin di tahun ini sudah mulai jalan," ujar Novrihandri, di Gedung BEI, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin (28/11/2016).

Baca: AP I Uji Kemampuan Personel Bandara Ngurah Rai

Obligasi merupakan opsi pertama sumber pendanaan perseroan untuk pengembangan tiga bandara. Sementara opsi kedua yakni sinergi dengan perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca: AP I Catat Obligasi dan Sukuk Ijarah di Bursa

"Dengan strategi sinergi BUMN itu, ingin buat strategi partnership yang investasinya besar-besaran untuk mengembangkan bandara tersebut sampai dengan tahun tersebut. Di samping itu, tahun depan mau terbitin obligasi sekitar Rp3 triliun-Rp4 triliun ketika sinergi BUMN sudah clear," papar dia.

Kebutuhan dana untuk pengembangan tiga bandara tahun depan juga dipenuhi berasal dari obligasi sebanyak Rp2,7 triliun dan sukuk ijarah sebesar Rp540 miliar yang baru saja dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Baca: AP I Dimandatkan Jadi Pengelola Terminal Kargo

"Prediksi perbankan untuk tahun depan, kita punya (kredit sindikasi) plafond sekitar Rp4 triliun. Semua kita kombinasikan untuk segera melanjutkan bandara ini lebih baik kapasitasnya," pungkas Novrihandri.

 


(ABD)