OJK Rangkul Perusahaan di Medan untuk IPO

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 18 Oct 2016 11:49 WIB
ipo
OJK Rangkul Perusahaan di Medan untuk IPO
OJK sosialisasi perusahaan di Medan untuk IPO. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Medan: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak perusahaan di Sumatera Utara, khususnya Medan, memanfaatkan dana pembiayaan dari pasar modal lewat aksi go public (IPO). Padahal, kinerja industri di daerah ini memerlukan biaya yang cukup banyak untuk melakukan ekspansi bisnis.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Noor Rachman berharap perusahaan di Medan bisa melantai di pasar modal Indonesia, agar mendapatkan pembiayaan jangka panjang ketimbang dari perbankan yang bersifat jangka pendek.

"Banyak perusahaan daerah yang belum manfaatkan dana dari pasar modal untuk pembiayaan, khususnya Medan yang merupakan daerah terbesar‎ di Sumut. Pasar modal jangka panjang, perbankan jangka pendek," tutur Noor Rachman, saat ditemui di Hotel Grand Aston, Medan, Selasa (18/10/2016).

Dia menguraikan, berdasarkan catatan OJK, hanya ada enam perusahaan yang memanfaatkan pasar modal sebagai pembiayaan. Empat perusahaan melalui IPO, dan dua perusahaan menerbitkan obligasi‎.

Enam perusahaan yang IPO tersebut, ujar Noor Rachman, terdiri dari PT Ateliers Mecaniques D'Indonesie Tbk (AMIN) atau Atmindo, PT Pembangunan Graha Lestari Tbk (PGLI), PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD), dan PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU). Sedangkan dua perusahaan yang menerbitkan obligasi yaitu Bank Sumut dan PT Pelindo I (Persero).

Selain bisa mendapatkan dana segar dari hasil IPO, lanjut Noor Rachman, perusahaan pun bisa lebih terbuka dan dikenal oleh para pelaku pasar modal. Hasilnya, perusahaan bisa lebih bersaing dengan perusahaan lain, baik yang ada di Indonesia maupun negara lain.

"Medan memang kota yang sangat menyenangkan, di sini pula lah yang kami harapkan merupakan pionir yang banyak perusahaannya melakukan go public, di samping Jakarta dan surabaya," papar Noor Rachman.

Dia melanjutkan, OJK juga mengajak masyarakat Medan untuk menjadi investor di pasar modal. Pasalnya, ada produk pasar modal yang hanya membutuhkan dana yang tidak lebih dari Rp100 ribu, produk tersebut adalah reksadana hingga saham.

"Ada‎ produk pemula reksa dana sampai saham yang hanya mulai dari Rp100 ribu. Kalau bapak ibu sekalian menabung di bank bunganya tetap, saham bisa memilih capital gain yang banyak atau tdk, tapi perlu dilakukan analisa, pasar modal ini menjadi alternatif untuk menginvestasikan sahamnya," papar Noor Rachman.

‎Kepala OJK Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara Lukdir Gultom‎ menambahkan, pihaknya mengajak perusahaan atau masyarakat untuk terjun langsung ke pasar modal. Melalui pasar modal, akan meraih banyak keuntungan, khususnya perusahaan yang membutuhkan biaya yang besar untuk dana ekspansi bisnis.

"Perusahaan lebih baik di pasar modal. Kami harapkan calon emiten bisa merealisasikan lebih banyak yang datang dari sini, biar bisa langsung action," pungkas Lukdir Gultom.


(AHL)