Saldo Rekening Lapor ke DJP Direvisi, BEI: Pelaku Pasar Bingung dan Terganggu

Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 10 Jun 2017 10:16 WIB
aeoi
Saldo Rekening Lapor ke DJP Direvisi, BEI: Pelaku Pasar Bingung dan Terganggu
Direktur Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merevisi batasan minimal (threshold) saldo rekening nasabah perbankan yang wajib dilaporkan pada Ditjen Pajak menjadi Rp1 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp200 juta.

Nominal saldo yang diatur sebelumnya dinilai terlalu rendah dan membuat panik masyarakat, karena dianggap menyasar kelas menengah bawah.

Terkait perubahan saldo rekening nasabah yang wajib dilaporkan ke Ditjen Pajak, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio memandang bahwa aturan itu membuat pelaku pasar bingung. Alhasil, ketenangan industri pasar modal pun ikut terganggu.

Baca: Minimum Saldo Rekening Wajib Lapor DJP Direvisi jadi Rp1 Miliar

"Mengenai pajak itu satu poin sebenarnya, yang diinginkan pasar itu kepastian, ketenangan. Memang bingung juga kemarin dari Rp200 juta naik jadi Rp1 miliar. Hal demikian bisa membuat pasar bertanya-tanya," tutur Tito saat bertemu wartawan pasar modal di pressroom BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat 9 Juni 2017.

Saat ini, Tito mengklaim situasi industri pasar modal sedang meningkat karena ada sentimen kenaikan rating investment grade untuk Indonesia dari lembaga S&P. Tapi, kondisi itu langsung terusik ketika ada aturan perubahan rekening wajib lapor ke Ditjen Pajak.

"Padahal setahu saya pernah ada statement bahwa yang diperiksa Rp2 miliar sama dengan penjaminan LPS. Ini memang membuat market bertanya-tanya, pada saat momentum yang sebenarnya sedang menarik," tegas Tito.

Meski demikian, tambah Tito, yang dibutuhkan pasar adalah soal kepastian, agar tidak menjadi bingung.

 


(AHL)