OJK Permudah Relaksasi Investasi KIK EBA dan DIRE

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 20 Sep 2016 16:44 WIB
ojktax amnesty
OJK Permudah Relaksasi Investasi KIK EBA dan DIRE
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Peraturan ‎Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ‎Nomor 26 Tahun 2016 terkait instrumen investasi di pasar modal akan mereklasasi‎ produk investasi Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Dana Investasi Real Estate (DIRE)‎. Di samping mempermudah instrumen investasi ‎Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).

Relaksasi dari Peraturan OJK tersebut guna menyukseskan program amnesti pajak yang sedang digenjot oleh pemerintah dan akan berakhir hingga akhir Maret 2017.

"Khusus amnesti pajak, investor tidak harus membeli produk DIRE real estatenya tapi bisa dengan membeli saham pemilik aset dari propertinya. Ini yang kami beri kelonggaran untuk DIRE," ujar ‎Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

OJK, tambah Nurhaida, dalam aturan itu akan melonggarkan KIK Efek Beragun Aset (EBA). Di mana penerbit KIK EBA tidak harus memperoleh opini dari akuntan publik dulu untuk masuk dalam amnesti pajak. "Jadi tidak harus dapat opini dari akuntan publik terlebih dahulu khusus dalam amnesti pajak," ungkap Nurhaida.

Sebelumnya, dia telah mengatakan jika OJK telah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 26 Tahun 2016 terkait instrumen investasi di pasat modal, salah satunya relaksasi Kontrak Pengelolaan Dana (KPD).

KPD ‎adalah pengelolaan dana nasabah dalam portofolio di pasar keuangan untuk kepentingan tertentu berdasarkan perjanjian yang bersifat bilateral antara nasabah dengan manajer investasi sebagai pengelola dana. KPD yang dulu dipatok sebesar Rp10 miliar mengalami penyusutan menjadi Rp5 miliar. ‎Hal ini dilakukan agar semakin banyak wajib pajak peserta amnesti pajak yang merepatriasi dananya ke Indonesia.

"KPD dari Rp 10 miliar ke Rp 5 miliar. Hal ini dilakukan agar memberikan kemudahan dalam produk-produk investasi yang akan diminati wajib pajak memasukan dananya ke Indonesia," ujar Nurhaida.

Selain itu, terkait Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). Dana nasabah dalam RDPT dapat ditempatkan terlebih dahulu pada produk deposito selama enam bulan sebelum ditanamkan pada perusahaan sasaran yang menjalankan proyek riil.

Instrumen investasi RDPT tidak berlangsung selama enam bulan, tapi bisa diperpanjang sesuai dengan kesepakatan awal. "R‎DPT melalui IPO bisa diberikan kelonggaran waktu tidak harus enam bulan. Bisa diperpanjang sesuai perjanjian dan kesepakatan," tegas Nurhaida.

RDPT adalah jenis reksa dana yang dapat melakukan investasi langsung atau pendanaan ke sektor riil. Berbeda dengan Real Estate Investment Trust (Dana Investasi Real Estat) yang hanya boleh ke sektor properti yang sudah memberikan hasil, RDPT dapat masuk ke semua sektor dan segala tahapan.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA