Rupiah Sore Ditutup Menguat ke Rp13.552/USD

Angga Bratadharma    •    Senin, 13 Nov 2017 16:33 WIB
kurs rupiah
Rupiah Sore Ditutup Menguat ke Rp13.552/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore ditutup menguat dibandingkan dengan pembukaan perdagangan pada pagi tadi di Rp13.607 per USD. Sentimen positif berhasil datang di sesi sore ini sehingga nilai tukar rupiah tertahan ke zona merah.

Mengutip Bloomberg, Senin 13 November 2017, perdagangan sore ditutup menguat sebanyak 9,00 poin atau setara 0,07 persen ke posisi Rp13.552 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.543 per USD hingga Rp13.613 per USD dengan year to date return di minus 0,58 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah menurut Yahoo Finance berada di posisi Rp13.343 per USD. Sedangkan menurut Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.555 per USD.

Sebelumnya, mata uang rupiah mengalami pelemahan sepanjang perdagangan Jumat 10 November 2017. Pelemahan tersebut membuka peluang untuk kembali menyusut di sepanjang hari ini. Tentu diharapkan sejumlah sentimen positif bisa segera berdatangan dan membuat nilai tukar rupiah berbalik menguat.

Mata uang rupiah hingga penutupan perdagangan pekan lalu mengalami pelemahan. Rupiah ditutup melemah ke level Rp13.543 per USD, padahal pembukaan perdagangan masih berada di posisi Rp13.511 per USD. "Pelemahan lanjutan, karena minimnya sentimen dari dalam negeri," kata Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada‎.

Pelemahan yang terjadi, lanjut Reza, diharapkan dapat lebih terbatas. ‎Sehingga, mata uang Garuda masih memiliki peluang untuk dapat kembali melanjutkan pergerakan positifnya.  Rupiah, masih kata Reza, akan bergerak di kisaran support Rp13.535 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.535 per USD.‎

"Tetap waspada terhadap berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," terang Reza, seraya menambahkan bahwa rupiah cenderung berbalik melemah seiring minimnya sentimen dari dalam negeri meskipun pergerakan USD cenderung masih melanjutkan pelemahannya.


(ABD)