Indeks Diprediksi Lanjutkan Proses Kenaikan ke 6.476

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 09 Mar 2018 08:32 WIB
ihsg
Indeks Diprediksi Lanjutkan Proses Kenaikan ke 6.476
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan proses kenaikan setelah indeks bermain di zona hijau sepanjang perdagangan Kamis, 8 Maret 2018. Sejumlah sentimen positif diharapkan bisa terus berdatangan dan memperkuat gerak IHSG di sepanjang hari.

"Indeks akan berada di kisaran 6.460-6.476. Pergerakan indeks yang mencoba menguat memberikan indikasi adanya peluang kenaikan lanjutan," kata Analis Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018.

Meski demikian, Reza menyebutkan, kenaikan IHSG masih harus diuji ketahanannya dalam upaya mengantisipasi aksi jual yang memanfaatkan kenaikan sebelumnya. "Diharapkan kenaikan ini dapat bertahan sebagai momentum tren kenaikan," ujar dia.

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya menambahkan, penguatan indeks di hari ini akan didorong oleh pergerakan rupiah yang berada dalam tren depresiasi terhadap USD. "Pengaruh nilai rupiah terhadap USD masih memberikan sentimen positif terhadap beberapa emiten yang memiliki kecenderungan terpengaruh oleh kondisi nilai tukar," jelas dia.

Selain itu, sentimen positif terkait proyeksi positif data penjualan eceran Januari 2018 juga memberikan efek yang baik bagi indeks. "IHSG akan diwarnai sentimen yang berasal dari rilis data perekonomian tentang penjualan ritel yang disinyalir akan terdapat peningkatan," ucap William.

M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

‎Kemudian, cermati pula gerak saham, PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (KAEF).


(ABD)