SMF: BTN Berencana Kembali Terbitkan EBA-SP Rp2 Triliun

Kautsar Widya Prabowo    •    Jumat, 09 Feb 2018 17:06 WIB
btnsarana multigriya finansial
SMF: BTN Berencana Kembali Terbitkan EBA-SP Rp2 Triliun
Senior Vice President, Head of Securitization & Loan Purchase Program SMF Sid Kusuma. (Foto: medcom.id/Kautsar)

Jakarta: PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mengungkapkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) bakal menerbitkan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) sebesar Rp2 triliun.

"Target penerbitannya Rp2 triliun. Hanya BTN saja," ujar Senior Vice President, Head of Securitization & Loan Purchase Program SMF Sid Kusuma ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat, 9 Februari 2018.

Dia menambahkan hingga saat ini memang belum ada perbankan dan perusahaan lain yang ingin menerbitkan EBA-SP. Namun demikian, Bank Mandiri memiliki rencana untuk menerbitkan, tapi hal itu masih dalam kajian.

"Bank Mandiri punya rencana tapi masih dikaji, sedangkan CIMB Niaga, BCA, BRI, dan BNI berpotensi, karena volume kredit pemilikan rumah (KPR) mereka cukup besar, " tuturnya.

Sid menambahkan BTN menginginkan kembali penerbitan EBA-SP sebesar Rp2 triliun, tapi SMF menargetkan bisa lebih dari angka tersebut di sepanjang tahun ini.

"Belum ada yang lain, kita mengharapkan angka itu dilampaui dapat lebih dari Rp2 triliun dan diharapakan tidak datang dari satu bank saja," sebut Sid Kusuma.

Pada Mei 2017 lalu, BTN telah mencatatkan perdana atas Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) senilai Rp1 triliun. Pencatatan EBA-SP SMFBTN 03 tersebut merupakan hasil kerja sama sekuritisasi dengan SMF.

Surat Partisipasi tersebut terdiri dari Kelas A dan Kelas B. Kelas A terdiri dari dua seri yaitu Seri A1 (SPSMFBTN03A1) memiliki nilai nominal Rp200 miliar dan Seri A2 (SPSMFBTNO3A2) dengan nilai nominal Rp713 miliar sedangkan untuk kelas B terdiri dari satu seri bernilai Rp87 miliar.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo sebelumnya menyatakan penerbitan kembali EBA-SP di pasar modal dapat memperkuat pasar keuangan dan mendukung pemgembangan basis investor domestik.

"Investor akan semakin confident akan efek ini, karena efek ini penerbitnya adalah SMF yang dimiliki 100 persen oleh pemerintah yang ditugaskan khusus untuk mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan," kata Ananta.

Ananta melanjutkan SMF pada transaksi kali ini berperan sebagai Penerbit, Arranger, Pendukung Kredit, dan Investor. Sedangkan emiten berkode BBTN tersebut berperan sebagai kreditur asal dan sebagai penyedia jasa, serta BRI sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian.


(AHL)