Penugasan Distribusi BBM Lima Tahun Diklaim Beri Kepastian Investor

Annisa ayu artanti    •    Senin, 08 Jan 2018 14:45 WIB
bbm satu harga
Penugasan Distribusi BBM Lima Tahun Diklaim Beri Kepastian Investor
BBM. ANT/Sigid Kurniawan.

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan penugasan pendistribusian BBM oleh badan usaha selama lima tahun ini. Keputusan ini diklaim dapat memberikan kepastian bagi investor.

Seperti diketahui, pagi tadi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menetapkan PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo untuk menyalurkan tiga jenis BBM yaitu premium penugasan, solar bersubsidi, dan minyak tanah.

"Saya berharap, dengan adanya penugasan lima tahun ini baik PT Pertamina atau AKR dapat melakukan pelayanan ke seluruh penjuru nusantara dengan tidak ragu. Kalau dulu penugasan setiap tahun, nanti orang berpikiran mau investasi atau tidak," kata Jonan di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin 8 Januari 2018.

Selain memastikan minat investor berinvestasi, Jonan juga menyebut, penetapan ini juga membantu untuk merealisasikan program BBM satu harga di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

"Jadi ini tidak ragu-ragu. Kalau tidak, daerah 3T nanti tidak akan ada SPBU," sebut Jonan.

Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa juga menjelaskan, masih banyak wilayah tertentu di NKRI sulit mendapatkan BBM karena belum ada lembaga penyalur. Tercatat baru ada tujuh ribu penyalur yang ada, sehingga kebutuhan BBM sulit terpenuhi.

"Salah satu langkah strategis yang dilakukan BPH migas di wilayah 3T adalah diterbitkannya Peraturan BPH Migas Nomor 6 tahun 2015. PT AKR dan Pertamina diminta agar menetapkan penyalur terdekat sebagai titik pasok ke subpenyalur dengan jumlah jenis BBM tertentu dan BBM penugasan," jelas Fanshurullah.

Pemerintah menargetkan menambah 150 lembaga penyalur selama 2017, 2018, dan 2019. Pada 2017 Pertamina telah menambah 54 lembaga penyalur di daerah terpencil. Sedangkan AKR menambahkan tiga lembaga penyalur.


(SAW)