BBM Satu Harga Terealisasi, Pertamina Pikul Rugi Rp3 Triliun/Tahun

Annisa ayu artanti    •    Senin, 04 Dec 2017 21:37 WIB
bbm satu harga
BBM Satu Harga Terealisasi, Pertamina Pikul Rugi Rp3 Triliun/Tahun
Pertamina.MI/Immanuel Antonious.

Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyampaikan kepada Komisi VII DPR-RI bahwa dengan menjalankan program BBM satu harga yang tesebar di 150 titik di seluruh Indonesia akan membebankan Pertamina sampai Rp3 triliun setiap tahunnya.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengungkapkan banyak ongkos yang dibebankan oleh perseroan seperti ongkos operasional, produksi, serta ongkos distribusi program BBM satu harga tersebut.

"Mengenai BBM satu harga, itu kami sudah menghitung, dan beberapa kalau kami komunikasikan ke publik, ini biayanya akan mencapai Rp3 triliun pada waktu 150 titik itu beroperasi semua," ungkap Elia di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Senin, 4 Desember 2017.

Seperti tahun ini dimana menjadi tahun pertama dalam penerapan BBM satu harga, Pertamina mencatat dari 54 penyalur sudah merogoh Rp280 miliar. Angka ini akan terus bertambah dengan penambahan jumlah titik wilayah BBM satu harga yang dicanangkan pemerintah.

Tahun depan contohnya, ketika ada 104 titik penyalur diperkirakan Pertamina mengeluarkan uang operasional Rp1,3 triliun setiap tahun. Kemudian pada 2019 secara bertahap beban akan bertambah. Pada 150 titik diperkirakan beban yang ditanggung Pertamina mencapai Rp3 triliun.

"Walaupun bertahap, jadi tiap tahun nambah sekitar 50, nambah 50 lagi, nambah 50 lagi. Jadi nanti dia kalau sudah 150 titik, Rp3 triliun per tahun," ujar Elia.

Namun begitu, Elia menyebutkan, sejauh ini belum pihak pemerintah yang membahas hal tersebut seperti kompensasi kepada Pertamina yang telah menjalankan program pemerintah.

"Sejauh ini belum ada pembicaraan bahwa itu dikompensasi," ucap dia.

Di lain sisi, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ego Syahrial menyebutkan salah satu kompensasi adalah pemberian wilayah kerja migas yang sudah habis masa kontraknya. Pemerintah menugaskan Pertamina yang mengambil alih wilayah kerja tersebut.

"Beberapa langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah. Pertama, keberpihakan pemerintah ini sebenarnya ditunjukkan melalui Permen 15/2015. Itu intinya menyatakan bahwa untuk wilayah kerja yang akan berakhir masa kontraknya, pemerintah memberikan privilege ke Pertamina dulu sebagai pengelola. Kalau pertamina tidak berkenan, maka diberikan ke existing operator, atau yang ketiga, kerja sama antara pertamina dan existing operator," tutup Ego.


 


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA