RAPBN-P 2017, Jonan Minta Tambahan Subsidi Listrik Rp7 Triliun

Desi Angriani    •    Senin, 10 Jul 2017 18:58 WIB
subsidi listrik
RAPBN-P 2017, Jonan Minta Tambahan Subsidi Listrik Rp7 Triliun
Illustrasi. ANT/Umarul Faruq.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta tambahan subsidi listrik sebesar Rp7 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017. Subsidi semula diusulkan Rp44,98 triliun menjadi Rp51,99 triliun. 

Permintaan tersebut justru mengundang pertanyaan dari Komisi VII DPR RI. Pasalnya, subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA telah dicabut dan PLN juga melakukan efesiensi penurunan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik. 

Jonan menjelaskan, penambahan anggaran subsidi karena masih ada 4 juta pelanggan 900 VA yang tergolong tidak mampu dan harus mendapatkan subsidi.

"Berdasarkan data TNP2K, yang berhak menerima subsidi 4,1 juta pelanggan dari 22,8 juta pelanggan. Kami sudah melakukan data ulang, angkanya jadi 6,54 juta pelanggan. Kami sudah menginfokan ke TNP2K, tolong ini diubah. Jadi ada selisih 2,4 juta pelanggan yang seharusnya dapat subsidi," ujar Jonan dalam rapat di Komisi VII DPR, Kompleks Senayan Jakarta, Senin 10 Juli 2017. 

baca : RAPBN-P 2017, Kementerian ESDM Pertahankan Harga Minyak di USD4500

Selain itu, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mencatat, dari total 23 juta pelanggan 450 VA, serta 3,7 juta pelanggan yang dinilai mampu ternyata masih mendapat subsidi dari pemerintah. Total tambahan subsidi yang timbul akibat penundaan ini sebesar Rp3,58 triliun.

"Ini catatan saja, penundaan subsidi tepat sasaran itu Rp3,58 triliun," imbuh dia.

Jonan menambahkan, kenaikan harga minyak dan kurs dolar AS dalam asumsi makro RAPBN-P 2017 juga membuat subsidi listrik harus naik Rp1,7 triliun.

"Ini kursnya pelan-pelan ikut sama kurs yang ada," tandas mantan menteri perhubungan ini.





(SAW)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA