Banggar DPR Restui Subsidi Listrik Rp44,98 Triliun

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 20 Sep 2016 18:54 WIB
berita dpr
Banggar DPR Restui Subsidi Listrik Rp44,98 Triliun
(Foto:Antara/Nova Wahyudi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Anggaran (Banggar) DPR memutuskan jumlah penerima subsidi listrik pada RAPBN 2017 sebanyak 23,15 juta pelanggan. Rinciannya, untuk R-1 450 volt ampere (VA) diberikan kepada 19,1 juta pelanggan, dan R-1 900 VA untuk 4,05 juta pelanggan.

Sebelum mengambil keputusan, sempat terjadi perdebatan panjang antara pihak Banggar dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penyebabnya, terjadi perbedaan data antara Kementerian ESDM dengan data yang dipegang TNP2K dan BPS.

Terdapat perbedaan angka jumlah penerima subsidi listrik dari apa yang dipaparkan oleh Pelaksana Harian (PLH) Dirjen Ketenagalistrikan Ronggo Kuncahyo dengan data yang dipegang anggota Banggar. Perbedaan data terjadi dengan yang dimiliki TNP2K, yakni berupa jumlah penerima subsidi listrik dari masing-masing 450 VA dan 900 VA.

"Bapak (Ronggo) dan TNP2K sepakat sebagai acuannya, jumlah penerimanya 18 juta. Kok sekarang, Bapak ajukan 27,37 juta," kata anggota Banggar Isma Yatun, di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016).

Menanggapi hal tersebut, sempat terjadi diskusi antara Ronggo dengan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara. Akhirnya, mereka sepakat menentukan jumlah pelanggan R-1 450 VA sebesar 19,1 juta dari sebelumnya 23,1 juta, dan pelanggan R-1 900 VA sebesar 4,05 juta dari sebelumnya 4,1 juta pelanggan.

"Mohon maaf Ibu Isma, tadi ada kesalahan," kata Suahasil yang akhirnya dimaafkan oleh Isma.

Wakil Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengetuk palu pengajuan subsidi listrik tersebut senilai Rp44,98 triliun. Selaku pemimpin rapat, Said mengingatkan kepada pemerintah untuk menjaga koordinasi antar pemerintah, terutama soal keakuratan data antar kementerian/lembaga.

"Begini kan selesai, Pak Ronggo. Kalau begitu terus kayak tadi, apa gunanya data BPS dan TNP2K," ucap Said, usai mengetuk palu.


(ROS)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA