Masyarakat Papua Minta Freeport Indonesia Ditutup

Annisa ayu artanti    •    Senin, 20 Mar 2017 17:41 WIB
freeport
Masyarakat Papua Minta Freeport Indonesia Ditutup
AMP. ANTARA FOTO/Agus Bebeng.

Metrotvnews.com, Jakarta: Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua berorasi didepan kantor PT Freeport Indonesia di Jakarta.  

Mereka melakukan aksi demonstrasi untuk meminta keadilan terhadap  PT Freeport Indonesia yang dianggap telah menjajah Bumi Papua selama 50 tahun. Bahkan AMP minta izin operasi perusahaan asal Amerika Serikat (AS)  itu ditutup.

"Freeport sebagai korporasi pertambangan terbesar tidak hanya merampok kekayaan alam, memberangus demokrasi, melanggar HAM, hingga membuat rakyat Papua miskin, juga merusak lingkungan," kata Ketua AMP, Frans Nawipa, di depan kantor Freeport, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin 20 Maret 2017.

Mahasiswa dan beberapa masyarakat Papua yang berjumlah 35 orang itu, kata Frans, meminta Freeport ditutup. Seruan itu datang dari pendemo. 

"Tutup Freeport. Tutup Freeport....," seru pendemo.

Selain itu, Frans menuturkan bahwa masyarakat meminta Freeport untuk melakukan audit kekayaan dan memberikan pesangon untuk para buruh yang telah di PHK. Freeport juga diminta untuk merehabilitasi lingkungan akibat eksploitasi tambang.

"Setiap hari operasi penambangan, Freeport membuang 230.000 ton limbah batu ke sungai Aghawagon dan sungai-sungai sekitarnya. Pengeringan batuan asam atau pembuangan air yang mengandung asam sebanyak 360.000 sampai 510.000 ton per hari telah merusak dua lembah," beber dia.

Frans menegaskan, selama ini rakyat dan bangsa Papua merasa tanah dan sumber daya alamnya sudah dirampas oleh Freeport. Oleh karena itu sangat tepat jika Freeport itu diadili karena sudah melanggar HAM.

"Usut, tangkap, adili dan penjarakan pelanggaran HAM selama keberadaan Freeport," tutup dia. 



(SAW)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

6 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA