Luhut: Presiden Sedang Galau

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 29 Nov 2018 14:43 WIB
kilang minyak
Luhut: Presiden Sedang Galau
Ilustrasi kilang. (FOTO: AFP)

Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang gundah dan gelisah. Presiden tak habis pikir pembangunan kilang tidak rampung-rampung.

"Presiden galau karena sudah empat tahun jadi Presiden belum ada kilang yang jadi," kata Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Pertamina Energy Forum di Hotel Raffles, Jakarta Pusat, Kamis, 29 November 2018.

Menurut Luhut, percepatan pembangunan kilang diskenariokan buat menekan impor bahan bakar minyak (BBM). Sebab, selama ini biaya impor BBM menyumbang defisit dalam transaksi neraca berjalan (current account deficit/CAD).

Data Badan Pusat Statistik impor solar Indonesia pada Oktober 2018 melonjak 244,6 ribu ton (78 persen) menjadi 558,2 ribu ton dari bulan sebelumnya. Angka itu juga naik 69 persen dibanding Oktober 2017.

"CAD kita tahun ini akan dekat USD24 miliar, tahun lalu USD17 miliar. Saya minta (pembangunan kilang) jangan mundur-mundur lagi, karena sudah tiga tahun dorong Petrokimia yang dari Taipei enggak jalan-jalan," ujar dia.



Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati sebelumnya mengatakan akan fokus menyelesaikan enam proyek pengembangan kilang minyak pada tahun depan. Salah satu prioritas perusahaan migas pelat merah ini ialah mengonversi solar dan BBM menjadi green fuel.

"Ini di Plaju dan Dumai. Prosesnya bukan membangun baru tapi kita mengonversi yang tadinya solar dan BBM menjadi green fuel, kita arahkan ke green avtur dengan menggunakan CPO," ujar Nicke saat pembukaan Pertamina Energy Forum, Rabu, 28 November 2018.

Untuk proyek ini, Pertamina menggandeng perusahaan migas asal Italia, ENI. Sementara untuk Kilang Tuban, Pertamina akan membangun hilirisasi Petrokimia bersama Rosneft. "Sudah proses pembebasan lahan, kita juga lakukan reklamasi," tambah Nicke.

Selanjutnya, untuk Kilang Bontang akan dilakukan penandatanganan perjanjian kerangka kerja pada Desember 2018. Sementara itu, proyek bersama Saudi Arabia, Aramco masih dalam tahap finalisasi. Lalu Kilang Balongan akan menggandeng CPC Taiwan.

"Tahun depan akan menjadi masa-masa yang very exciting for us karena ada beberapa proyek yang tertunda sekian lama yang akan kita mulai lagi," pungkas Nicke.


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

3 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA