Mayoritas Keluhan di Daerah, Kekurangan Listrik

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 18 Mar 2017 16:10 WIB
pembangkit listrik
Mayoritas Keluhan di Daerah, Kekurangan Listrik
Dua petugas PLN berada di dekat mesin Mobile Power Plant (MPP) PLTG Jeranjang, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, NTB, Sabtu (18/3). Foto: Antara/Ahmad Subaidi

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo meresmikan delapan pembangkit listrik Mobile Power Plant (MPP) dengan total kapasitas 500 megawatt. Pembangkit listrik ini tersebar di beberapa daerah, yakni Lombok, Bangka, Lampung, Nias, Pontianak, Kalimantan Barat, Riau, dan Medan.

Presiden mengatakan proyek ini digulirkan karena daerah tersebut memiliki masalah yang sama terhadap kelistrikan. Ia pun bersyukur delapan pembangkit listrik tersebut selesai tepat waktu, yakni enam bulan.

"Semua keluhannya sama, kekurangan listrik. Byarpet di semua provinsi, kota, dan kabupaten," kata Presiden saat meresmikan delapan pembangkit listrik MPP di MPP Mempawah 4x25 MW, Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu 18 Maret 2017.

Presiden mengungkapkan, alasannya memilih Mobile Power Plant, karena membangunnya lebih cepat ketimbang batu bara. Kalau menggunakan batu bara, kata dia, bisa sampai empat atau lima tahun.

"Tapi ini (dengan MPP) bisa dikerjakan cepat," ucap dia.

Presiden meminta Gubernur Kalimantan Barat Cornelis untuk menjaga proyek MPP yang ada di daerahnya. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat berada di atas rata-rata nasional yakni 5,22 persen. Namun, bila listrik tak ada, sulit untuk mendatangkan investor.

"Sama di provinsi lain juga, kalau listrik tidak ada, bagaimana investor mau membangun hotel? Enggak akan mau. Investor mau bangun industri? Siapa yang mau kalau enggak ada listriknya. Investor mau bangun pabrik, siapa yang mau kalau enggak ada listriknya?" tukas dia.

Kedatangan investor, kata dia, memungkinkan masyarakat mudah mendapatkan lapangan pekerjaan.

Adapun delapan MPP yang diresmikan Presiden yakni:
1. MPP Jeranjang-Lombok dengan kapasitas ( 2 x 25 MW) yang beroperasi sejak 27 Juli 2016.
2. MPP Air Anyir-Bangka dengan kapasitas (2x25 MW) beroperasi sejak 13 September 2016.
3. MPP Tarahan-Lampung (4x25 MW) beroperasi sejak 29 September 2016.
4. MPP Nias (1x25 MW) beroperasi pada 31 Oktober 2016.
5. MPP Balai Pungut-Riau dengan kapasitas (3x25 MW) mulai beroperasi sejak 13 November 2016.
6. MPP Suge-Belitung (1x25 MW) beroperasi pada 22 November 2016.
7. MPP Paya Pasir-Medan berkapasitas (3x25 MW) beroperasi sejak 9 Desember 2016.
8. MPP Pontianak kapasitas (4x25 MW) beroperasi pada 8 November 2016.

Presiden pun telah menandatangani delapan prasasti tanda peresmian MPP tersebut. Peresmian MPP dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirut PLN Sofyan Basri, Menteri ESDM Iqnatius Jonan, serta Seskab Pramono Anung.

 


(UWA)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

12 hours Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA