Gas Bumi di Indonesia Masih Banyak Diekspor

Husen Miftahudin    •    Jumat, 14 Oct 2016 16:50 WIB
gasperusahaan gas negara (pgn)
Gas Bumi di Indonesia Masih Banyak Diekspor
Ilustrasi (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Metrotvnews.com, Bandung: Cadangan gas bumi di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia dengan total sebanyak 170 Trillions of Standard Cubic Feet of Gas (TSCF). Sementara produksi gas bumi Indonesia per tahunnya hanya sebanyak 2,87 TSCF.

Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Heri Yusup mengaku, produksi gas tidak dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri, melainkan diekspor. Saat ini, jumlah produksi gas yang diekspor sebanyak 48 persen.

"Untuk kebutuhan dalam negeri gas kita menggunakan 52 persen dari produksi," ujar Heri, dalam Workshop Wartawan Industri dengan tema 'Membedah Harga Gas Bumi di Indonesia dan Peluang Optimasi Harga' di Marbella Suites Hotel, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/10/2016).

Baca: KPPU Menduga PGN Lakukan Monopoli Harga Gas

Menurutnya, pemenuhan energi domestik lebih didominasi pada kebutuhan minyak. Padahal, pemenuhan energi harusnya seimbang antara minyak dan gas bumi. Untuk itu, perlu ada perbaikan dan upaya penyeimbangan terkait hal ini.

"Sebenarnya minyak dan gas bumi harus saling mensubtitusi satu sama lain. Di saat kita impor BBM, di sisi lain ekspor gas naik. Sementara saat impor BBM kita turun, ekspor gasnya juga harus turun untuk mensubtitusi kebutuhan energi," jelas dia.


Ilustrasi (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Heri memaparkan, besarnya jumlah ekspor gas ditujukan untuk meningkatkan penerimaan negara. Bahkan pada tahun-tahun sebelum 2014, mayoritas produksi gas yang dihasilkan Indonesia langsung dijual ke luar negeri untuk peningkatan pendapatan negara.

"Selain itu, ada masalah di infrastruktur gas kita yang masih belum mencukupi. Gas bumi setelah diproduksi harus segera dimanfaatkan dan sudah ditentukan pembelinya. Karena kalau tidak, gas yang diproduksi itu jadi tidak ekonomi," tegas Heri.

Baca: Penurunan Harga Gas Butuh Peran Pemerintah Lebih Besar

Saat ini, PGN sudah memiliki infrastruktur pipa gas yang dibangun dan dioperasikan sepanjang lebih dari 7.200 kilometer (km). Hingga 2019, PGN akan kembali membangun pipa gas sepanjang 1.680 km.

"Penambahan infrastruktur gas ini dapat meningkatkan kemampuan pemanfaatan gas bumi sebanyak 1.902 juta kaki kubik per hari (MMSCFD. Pada 2015, PGN baru menyalurkan gas bumi mencapai 1.591 juta MMSCFD. Dari penyaluran gas bumi PGN kepada pelanggan tersebut menciptakan penghematan bagi negara sebanyak Rp88,03 triliun per tahun," pungkas Heri.

 


(ABD)