Menko Luhut Paksa Cost Recovery USD10,4 Miliar di Tahun Depan

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 20 Sep 2016 13:14 WIB
migaskementerian esdm
Menko Luhut Paksa <i>Cost Recovery</i> USD10,4 Miliar di Tahun Depan
Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan biaya pemulihan (cost recovery) sektor hulu migas tahun depan akan ditekan mencapai USD10,4 miliar.

Penurunan cost recovery ini cukup besar dibandingkan dengan anggaran tahun lalu sebesar USD13 miliar. Nantinya, sesuai dengan arahan Presiden, cost recovery juga akan dioptimalkan untuk produk-produk dalam negeri.

"Cost recovery, kita target dan kita memaksa kalau bisa USD 10,4 miliar. Itu sedang kita cek," kata Luhut di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Untuk menurunkan besaran anggaran cost recovery tersebut, Luhut mengakui memang untuk terbilang cukup sulit. Ia menilai menentukan besar anggaran tersebut terlalu banyak negosiasi sehingga perlu ada langkah sedikit memaksanya.

"Itu harus bisa. Kadang-kadang kita harus butuh keras. Karena terlalu banyak negosiasi-negosiasi itu," ujar Luhut.

Kemarin, dalam rapat asumsi Makro 2017, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengusulkan cost recovery tahun depan lebih rendah dari tahun ini yakni sebesar USD11,7  miliar.

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara juga mengungkapkan anggaran cost recovery tahun depan akan dijaga oleh SKK Migas agar tidak terjadi pembengkakan.

"Lalu ada potensi up size dari cost recovery yang sekarang dijaga oleh SKK Migas," tutur Suahasil.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA