PGN Beri Sinyal Saka Energi akan Kelola Blok Sanga-Sanga

Annisa ayu artanti    •    Senin, 13 Nov 2017 08:15 WIB
perusahaan gas negara (pgn)
PGN Beri Sinyal Saka Energi akan Kelola Blok Sanga-Sanga
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Bogor: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memberi sinyal bahwa anak usahanya PT Saka Energi Indonesia akan mengelola blok Sanga-Sanga usai berakhirnya kontrak di 2018. Diharapkan aksi korporasi tersebut bisa terlaksana dengan baik dan nantinya memberi efek positif di masa-masa mendatang.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo menjelaskan, saat ini Saka sudah efektif di blok yang berada di Kalimantan Timur tersebut. Saka ingin menyelamatkam sumur-sumur migas yang akan ditinggalkan Vico Indonesia, operator existing blok Sanga-Sanga sekarang.

"VICO mau pergi lah kalau energi infrastruktur dalam dua tahun sudah jadi besi tua. Kita terpanggil ingin pertahankan bahwa jangan sampai eksplorasinya minyak dan gas bumi terus? turun dan yang berani ngebor cuma Saka," jelas Dilo, usai media gathering, di Bogor, Jawa Barat, seperti diberitakan Senin 13 November 2017.

Dilo mengungkapkan, perusahaan gas pelat merah itu sangat memahami blok Sanga-Sanga saat ini sudah dipenghujung kontrak. Oleh karena itu, PGN meminta pemerintah untuk mempertimbangkan supaya Saka bisa meneruskan blok tersebut.

"Kan mungkin 2018-2019 itu habis Saka, kita minta pertimbangan ke pemerintah ini mau dikembalikan ke Pertamina atau kita? diberi kesempatan untuk meneruskan. Toh hari ini kita sudah investasi untuk memproduksi lean gas (gas murni). Yang tadinya enggak bisa disalurkan karena harus? dicampur LPG," papar dia.

Menurutnya, PGN sebagai badan usaha milik negara juga memiliki hak yang sama dengan PT Pertamina (Persero) yang ditugaskan mengelola blok tersebut usai berakhirnya kontrak. Atas dasar itu, PGN meminta pertimbangan pemerintah untuk dapat mengembangkan blok itu kembali.

"Iya dong kan yang punya hak pemerintah, kita hanya bilang untuk mempertimbangkan, kan kita juga BUMN. Harusnya? kita juga bisa diberikan pertimbangan karena kita punya komitmen untuk mengembangkan lapangan itu," ucap dia.

Namun demikian, Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim menambahkan, keputusan pengelolaan blok ini merupakan keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. PGN menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah.

"Tanya Menteri. Kita minta, tapi balik lagi keputusannya. (Saat ini) Kami sudah menjadi operator. Dan kami produksi dengan baik," pungkas Jobi.

Sekadar informasi, kontrak Blok Sanga-Sanga akan berakhir pada 2018 mendatang. Sekarang blok Sanga-Sanga dioperatori oleh VICO Indonesia dengan pemegang hak kelola VICO adalah Virginia Indonesia Co sebesar 7,5 persen, ENI sebesar 26,25 persen, CPC sebesar 20 persen, Universe Gas & Oil sebesar 4,37 perse dan Saka sebesar 26,25 persen.

Di semester I-2017, Blok Sanga-Sanga mencatat produksi minyak bumi sebanyak 14.400 barel per hari (bph) atau melebihi dari target 10.400 bph dan produksi gas sebanyak 153 mmscfd yang juga melebihi dari target produksi gas dipatok 130 mmscfd.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 tahun 2015, ketika kontrak blok migas akan berakhir pemerintah harus segera memutuskan siapa yang akan melanjutkan kontrak blok migas tersebut satu tahun sebelum habisnya kontrak.

 


(ABD)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA